Jual Produk Sambel Gobyos via Toko Online

Jual Produk Sambel Gobyos via Toko Online
Rahayu (kanan) dan Wulan (tengah), memberikan testimony keberhasilannya dalam melakoni usaha kecil menengah ketika acara Road Show Pahlawan Ekonomi 2015, Kecamatan Jambangan, Surabaya, Jumat (7/8/2015). arya wiraraja/enciety.co

Rahayu, ibu rumah tangga yang memiliki usaha kuliner di Kecamatan Jambangan pantas berbangga. Pasalnya, lewat produk Sambel Gobyos dan Ikan Lempuk kini ia menghasilkan bisa meraup omzet Rp 5 juta sebulan.

“Alhamdulillah, berkat mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi saya bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya saat Road Show Pahlawan Ekonomi di Kecamatan Jambangan, Surabaya, Jumat (7/8/2015).

Kata dia, produk kulinernya ikan lempuk yang kasat mata ikannya hampir sama dengan ikan teri, merupakan ikan air asin. Sedangkan ikan ini merupakan ikan budidaya danau air tawar.

“Saat ini budidaya kami mencoba untuk membudidayakannya, namun untuk mencukupi kebutuhan pasar kami masih ambil bahan dasar ikan ini dari daerah Pandaan ,” papar dia.

Dia mengaku memulai usaha kulinernya ini sejak 2013. Kala itu, omzet perbulan yang saya dapatkan jauh lebih rendah dengan sekarang. Namun namun setelah bergabung dan ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi, omzet meningkat drastis hingga berlipat-lipat.

Ke depan, tutur dia, jika ingin memasarkan produk kulinernya lewat media online dan social media. “Saya sangat iri dengan teman-teman lain, dengan memasarkan produk mereka lewat online mereka tidak perlu memasarkan produk tersebut door to door. Tinggal klik saja, mereka bisa dapat pesanan hingga luar kota,” ucap Rahayu.

Hal sedana dilontarkan Wulan, pendiri UKM Cahwati Collection di Kecamatan Jambangan.  Dengan produk baju dan kerudung lukis yang dia hasilkan, saban bulan ia mampu mengumpulkan omzet hingga Rp 10 juta.

“Awalnya baju dan kerudung lukis yang saya produksi saya jual dengan harga Rp 30-40 ribu. Setelah ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, saban minggunya produk saya bisa laku Rp 100-250 ribu,” urainya.

Wulan mengatakan, peningkatan omzet itu dikarenakan ia mendapatkan pelatihan pengemasan produk yang telah ia hasilkan. “Dengan kemasan yang menarik dan terkesan mewah, produk saya kini naik kelas. Peminatnya sudah sampai luar negeri,” akunya.

Dengan bantuan kemajuan teknologi, Wulan juga tidak perlu repot lagi memasarkan produk-produk kreatifnya. “Kini saya banyak sekali pesanan dari luar Kota Surabaya, hal itu karena saya menjual produk saya lewat BBM, Instagram, Facebook dan ditambah lagi bantuan dari teman-teman Bukalapak.com,” jelas dia.

Pahlawan Ekonomi 2015 adalah program yang didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Bukalapak.com, Pegadaian, MPM Honda, Viva Cosmetik, Bank Mega, Hipa ITS dan seluruh pihak terkait. Ini dilakukan guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kota Surabaya, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 mendatang. (wh)