Jual ORI 012, Menkeu Cari Utangan Rp 20 T

Jual ORI 012, Menkeu Cari Utangan Rp 20 T
foto: pikiran-rakyat.com

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan meluncurkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Seri 012. Dengan menerbitkan surat utang ini, pemerintah menargetkan bisa menghimpun dana Rp 20 triliun untuk menambal kebutuhan pembiayaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Robert Pakpahan mengungkapkan, target indikatif dari penawaran ORI Seri 012 sebesar Rp 20 triliun. Namun bisa ditambah sesuai permintaan.

“Target indikatif penerbitan ORI 012 Rp 20 triliun, tapi seandainya permintaan tinggi, bisa di upsize sampai Rp 25 triliun. Sedangkan ORI Seri 011 tahun lalu bisa meraup utangan Rp 21,2 triliun,” terang dia saat Peluncuran ORI012 di kantornya, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Menurut Robert, sebanyak 21 agen penjual ORI 012 memproyeksikan sanggup menawarkan surat utang minim risiko ini sampai Rp 34,6 triliun. “Tapi itu bisa dobel atau duplikasi di agen penjual berbeda. Tapi Rp 20 triliun saja sudah aman, cukup kok,” ujarnya.

Dari data Kemenkeu, penerbitan Surat Utang Negara (SUN) mencapai Rp 395,7 triliun sampai dengan 17 September 2015. Jumlah itu sebesar 87,5 persen dari target penerbitan SUN 2015 Rp 452,18 triliun.

“Sedangkan porsi obligasi ritel terhadap total outstanding surat utang pemerintah mencapai 8,83 persen. Porsinya terus bertambah dari sebelumnya hanya satu persen di 2006,” cetus dia.

Seperti diketahui, pemerintah resmi membuka masa penawaran ORI Seri 012 mulai Senin, 21 September 2015 sampai 15 Oktober 2015. Sementara tanggal penjatahan 19 Oktober 2015, tanggal penetapan 21 Oktober tahun ini.

“Sedangkan tenor tiga tahun dengan jatuh tempo 15 Oktober 2018. Tingkat kupon 9 persen per tahun yang dibayarkan setiap tanggal 15 setiap bulan. Pembayaran kupon pertama kali 15 November 2015,” jelas Robert.

Lebih jauh Robert merinci, minimum pemesanan ORI012 sebesar Rp 5 juta dan Rp 3 miliar sebagai maksimum pemesanan. Sedangkan periode tunggu selama dua periode atau dua bulan pembayaran kupon pertama. ORI012 baru dapat dipindahbukukan pada 15 Desember ini. (lp6/wh)