Jombang Bangun Tiga Kawasan Industri Agropolitan

Jombang Bangun Tiga Kawasan Industri Agropolitan

Pemkab Jombang kini mulai mengincar investor yang bergerak di bidang agropolitan. Langkah ini diambil setelah Pemkab Jombang menggaet investor yang bergerak di sektor industri dan kawasan strategis cepat tumbuh.

Upaya tersebut dilakukan karena sejuah industri di sektor pertanian hanya peternakan saja, yaitu sapi potong. Sementara untuk sektor lainnya, seperti pertanian berbasis pangan dan perkebunan masih belum tersentuh sama sekali.

“Kami membangun tiga kawasan, untuk kawasan industri dan kawasan strategis cepat tumbuh, dan terakhir kawasan agropolitan di tiga kecamatan,” kata Kepala Bidang Fisik Prasaran Bapeda Jombang Budi Winarno saat dijumpai di Graha Kadin Jatim, Selasa (23/12/2014).

Pengembangan agropolitan ini direncanakan akan dikembangkan di Kecamatan Mojowarno, Bareng, dan Wonosalam dengan total luas 344,38 hektar. Dari masing-masing kecmatan tersebut Pemkab Jombang memiliki klaster tersendiri.

Seperti di Mojowarno memiliki enam klaster pengembangan basis produksi komoditas pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Desa Ngoro menjadi basis produksi komoditas tomat dan cabe, desa Wonosalam menjadi basis produksi komoditas buah seperti durian, mangga dan pisang. Wonosalam dan Bareng juga terkenal sebagai produsen cengkeh, poki, nilam dan kakao.

“Berdasarkan komoditi unggulan yang dimiliki wilayah Mojowarno, untuk pengembangan industri hilir, kami telah memetakan menjadi beberapa cluster. Sedikitnya, ada 6 kluster yang sudah kami siapkan,” tekannya.

Pemkab Jombang saat ini memiliki sejumlah kluster yang meliputi kluster Industri pengolahan tanaman pangan berbasis komoditi beras, beras jagung dan susu kedelai. Kluster kedua industri pengoalahhan tanaman pangan dengan jenis komoditi berupa tepung beras, gula rendah kalori berbahan jagung dan susu kedelai. Industri yang diirikan ini berskala menengah besar.

Sementara untuk kluster industri buah dengan jenis komoditi makanan dan minuman berbahan durian, mangga dan pisang untuk skala industri kecil berpusat di desa Wonosalam dan untuk skala industri menengah besar berpusat di kawasan industri Mojowarno.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Jombang juga sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 668 miliar untuk pengembangan infrastruktur jalan untuk akses di wilayah pengembangan agropolitan selama tiga tahun kedepan. (wh)