Jokowi: Terminal Gapura Surya Jadi Standar Pelabuhan Nasional

Jokowi: Terminal Gapura Surya Jadi Standar Pelabuhan Nasional
1) (Dari kanan) Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, Presiden RI Joko Widodo, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, GM Pelindo III Cab. Tanjung Perak Eko Budi Harijanto blusukan di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (10/1/2015) petang. foto: humas pelindo III

Akhir pekan ternyata tidak melambatkan kinerja Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menteri BUMN, Rini M. Soemarno beserta sejumlah direksi BUMN melakukan kunjungan kerja di Surabaya, Sabtu (10/1/2015).

Begitu mendarat dengan penerbangan komersial ekonomi Citilink di Terminal 1 Bandara Juanda, rombongan meluncur ke Gudang Bulog Buduran, Sidoarjo. Kemudian ke terminal petikemas milik PT PelindoIII yang berkonsep hijau pertama di Indonesia, Terminal Teluk Lamong (TTL) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Terminal Teluk Lamong ini pelabuhan kita yang telah dibangun oleh Pelindo III (PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)) dengan perencanaan yang sangat baik, berteknologi modern guna mendukung efisiensi pengangkutan logistik,” kata Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat berkunjung ke dermaga dan melihat langsung fasilitas Shore To Ship Crane TTL.

Terkait rencana pembangunan akses jalan tol ke TTL, Rini menegaskan harapannya agar dapat segera terwujud. Pada kesempatan tersebut ia menghimbau pada semua pihak terkait agar segera bekerja sama dan membangun jalan tol demi benefit bersama. “Adanya jalan tol juga dapat menjauhkan aktivitas pengangkutan darat dari pemukiman warga,” ungkapnya.


Jokowi Blusukan di Tanjung Perak

Sore harinya, Presiden Joko Widodo juga bertolak ke Surabaya. Disela-sela menghadiri pernikahan kerabatnya, Presiden menyempatkan blusukan ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Dimulai dari PT PAL Indonesia (Persero), lalu ke PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk meninjau industri galangan kapal. Kemudian

Presiden bersama Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo secara spontan mengunjungi Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), penumpang kapal laut paling modern saat ini di Indonesiayang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak.

Seperti yang sering diberitakan, Presiden terus mendorong sektor kemaritiman nasional. Presiden blusukan mengelilingi terminal sembari berdiskusi dengan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto dan GM Pelindo III Cabang Tanjung Perak Eko Budi Harijanto.

“Ke depan harus ada standar pelayanan yang jelas. Baik yang naik terminal bus, pelabuhan penumpang, juga airport. Standar Pelindo III di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak ini, saya kira akan kita pakai untuk standar semua pelabuhan (di Indonesia),” jelas Presiden Joko Widodo pada wartawan usai menjajal sendiri fasilitas garbarata.

Presiden kemudian menyebutkan standar yang dimaksud yaitu seperti yang ada di Terminal GSN, yaitu garbarata, ruang tunggu terminal yang nyaman, dan pelayanan tiket yang transparan. Presiden juga menambahkan bahwa menurutnya standar tersebut ialah standar yang ada di setiap negara, maka nantinya pembangunan terminal penumpang kapal laut ke depannya dapat mengikuti standar Pelindo III.

“Saat ini pemerintah sedang melihat kemungkinan membangun pelabuhan di Belawan, Makasar, Banjarmasin, dan Jakarta. Juga Merak-Bakauheuni yang traffic-nya padat sekali,” urai Rini memaparkan.

Gubernur Jatim Soekarwo juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah membangun pelabuhan kecil (untuk kapal berukuran hingga 5000 DWT) yakni Pelabuhan Penyeberangan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Paciran di Lamongan.

Menurut Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto, pembangunan terminal penumpang modern ini membuat penumpang memiliki banyak pilihan untuk terminal keberangkatan transportasi laut.

“Jika menggunakan kapal besar bisa dari Terminal Penumpang GSN, Pelabuhan Tanjung Perak,” jelasnya.

Presiden mencontohkan BUMN seperti PT Angkasa Pura, PT KAI, dan PT Pelindo akan didorong terus oleh pemerintah karena menyangkut infrastruktur maritim udara, darat, dan laut. Tahun ini dengan persetujuan DPR, pemerintah akan menyuntik dana sebesar Rp 48 triliun kepada BUMN sejenis. Cara ini dianggap lebih strategis karena dapat meningkatkan ekuitas BUMN hingga lima sampai tujuh kali lipat, sehingga dapat menarik investor.

“BUMN sekarang tidak diperas terus devidennya, bahkan disuntik tambahan permodalannya. Sehingga dapat menjadi motor penggerak pembangunan,” jelas Presiden. (wh)