Jokowi Hadiri Panen Raya di Ponorogo

Jokowi Hadiri Panen Raya di Ponorogo

Masyarakat Jawa Timur kompak dan antusias untuk mewujudkan swasembada pangan. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor terbesar yang menyumbangkan PDRB Jatim sekitar 15,94 persen. Untuk itu, Pemerintah bersama masyarakat Jatim terus mengembangkan sektor pertanian.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman dan panen raya Padi Varietas IR-64 di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/3/2015).

Selain kekompakan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan, intervensi pemerintah juga akan terus ditingkatkan untuk mewujudkan kemandirian pangan tersebut. Intervensi tersebut melalui regulasi, strategi, dan inovasi yang tepat dan berpihak pada petani dan nelayan. Dengan begitu, swasembada pangan akan segera tercapai. Petani dan nelayan juga semakin meningkat kesejahteraannya.

“Kita bisa mencapai negara swasembada. Caranya, negara harus mengurus mulai dari on farm hingga off farm pertanian,” tambahnya.

Dikatakannya, sejak tahun 2013, Pemprov Jatim telah memfasilitasi hibah Mini Combine Harvester (alat pemanen padi) sejumlah 201 unit untuk petani Jatim melalui kegiatan peningkatan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pada program pengembangan agribisnis. Tahun 2015 ini sejumlah 195 unit alat tersebut akan dialokasikan untuk 195 kelompok tani.

Keuntungan penggunaan alat pemanen padi antara lain mengamankan hasil produksi dengan menekan kehilangan hasil utamanya pada saat panen dan perontokan dapat mencapai 10 persen, mengatasi kendala kurangnya tenaga kerja panen dan perontokan pada saat musim panen raya, dan efisiensi biaya panen dan perontokan.

Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah terus berupaya mewujudkan swasembada pangan dalam waktu tiga tahun. Langkah yang dilakukannya adalah dengan memberi bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dan irigasi kepada para petani di seluruh daerah.

Tahun 2015, pemerintah membagi 41 ribu traktor untuk seluruh daerah. Sebanyak 3 ribu unit diantaranya akan dibagikan di Jatim. Langkah lainnya dengan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektare, 149 hektar di antaranya berlokasi di Jatim.

Ia berharap, dengan bantuan tersebut masyarakat petani dapat meningkatkan produktivitas hasil-hasil pertanian seperti padi, jagung, kedelai, sehingga swasembada pangan dapat terwujud.

“Seluruh petani semangat berproduksi dan menjaga produktivitas. Jangan sampai ada lagi impor beras di Indonesia,” harapnya.

Kedatangan Jokowi ke Jawa Timur menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat swasembada tersebut. Sekitar sebulan yang lalu, Jokowi juga berkunjung ke Jawa Timur. Waktu itu, ia memberikan bantuan sejumlah traktor tangan kepada perwakilan kelompok tani. Ia juga meninjau pembangunan waduk di Kabupaten Ngawi.

Di areal persawahan Desa Karanggebang, Jokowi melakukan panen raya menggunakan mesin panen bermerk Quick Harvester. Ia juga melakukan penanaman dengan mesin tanam Yanmar Tipe AP 4. Soal penggunaan mesin panen, ia beralasan mesin panen bisa meningkatkan efisiensi produksi, karena bisa menekan susut hasil 8 hingga 10 persen.

Seusai memanen padi, Presiden RI Jokowi dan rombongan melakukan panen jagung di Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Areal tanam yang dipanen tersebut merupakan areal milik PT Perhutani di petak 34 B KPH Madiun yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.

Berdasar data yang diperoleh, luas tanam jagung lahan di areal tersebut 3.040 Ha. Varietas tanaman jagung Pioner 21 dan 27. Hasil ubinan yang telah dilakukan pada tahun 2014 mencapai 5-6 ton/Ha pipilan kering. Hasil ubinan pada musim tanam MP 2014/2015 sebesar 91,5 kwintal/Ha pipilan kering. (wh)