Jokowi Effect Topang Rupiah dan IHSG

 

Jokowi Effect Topang Rupiah dan IHSG

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham Senin (20/10/2014). Hal itu dipicu Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi jadi presiden dan wakil presiden RI sehingga mendorong aksi beli investor asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 54,05 poin (1,07 persen) ke level 5.083 usai pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Indeks saham LQ45 menguat 1,34 persen menjadi 865,61. Seluruh indeks saham acuan menguat pada penutupan sesi pertama hari ini.

Hingga sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.101,21 dan terendah 5.067,87. Penguatan indeks saham didukung dari 187 saham berada di zona hijau. Sementara itu, 85 saham melemah dan 70 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 148.548 kali dengan volume perdagangan saham 3 miliar saham. Transaksi perdagangan saham pada hari ini cukup ramai. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 4,21 triliun.

Sebagian besar sektor saham menguat pada hari ini kecuali sektor saham perkebunan dan consumer goods. Sektor saham aneka industri naik 1,87 persen. Lalu disusul sektor saham industri dasar mendaki 1,83 persen dan sektor saham keuangan naik 1,38 persen.

IHSG menghijau ini juga ditopang dari aksi beli investor asing yang mencapai Rp 600 miliar. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 600 miliar.

Tak IHSG saja yang menguat, dolar juga melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data RTI, nilai tukar rupiah berada di kisaran 12.028 per dolar Amerika Serikat. Sedangkan kurs tengah BI di kisaran Rp 12.041 dari periode 17 Oktober 2014 di kisaran 12.222.

Investor asing sepertinya kembali memburu saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham yang menguat pada hari ini antara lain saham INTP naik 4,69 persen menjadi Rp 23.975 per saham, saham ASII naik 2,29 persen menjadi Rp 6.700 per saham, dan saham TLKM menguat 2,32 persen menjadi Rp 2.870 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham LSIP turun 2,68 persen menjadi Rp 1.815 per saham, saham GGRM turun 2,85 persen menjadi Rp 58.775 per saham, dan saham SILO melemah 2,52 persen menjadi Rp 13.525 per saham. (lp6/ram)