Jokowi Bertemu Paguyuban Kayu Ukir Bojonegoro

Jokowi Bertemu Paguyuban Kayu Ukir Bojonegoro
foto:humas pemprov jatim

Presiden Jokowi melakukan peninjauam fasilitas pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Jokowi menyempatkan diri untuk bertegur sapa dengan paguyuban kayu ukir yang terbuat dari akar kayu jati tersebut.

Gubernur Soekarwo sempat satu rombongan lalu berpisah saat di Cepu. Dalam perjalanan itu Jokowi melakukan dialog yang berkaitan dengan produksi kayu hingga distribusi hasil kayu olahan yang siap dikirim ke berbagai daerah di Indonesia maupun manca negara.

Setibanya di Perum Perhutani Kecamatan Kasiman-Bojonegoro, Jokowi menjelaskan, pemerintah membutuhkan keberanian dalam meningkatkan produktivitas pangan dan daging guna mencukupi kebutuhan nasional.

Jatim memiliki areal perhutani sebesar 1.126.958 ha dari 1.769 desa. Dari jumlah tersebut sebesar 582.457,60 ha untuk produksi Hutan Jati dan hutan rimba sebesar 227.502,10. Untuk hutan lindung, Jatim memiliki area seluas  315.505 ha.

Jokowi mengatakan, negara harus memiliki keberanian untuk mengeksekusi sebuah penelitian yang sudah di ujicobakan di lapangan sekaligus sudah dihitung hasil dari setiap panen dan area tanamnya.

“Selama kunker di Jatim dan Jateng ini sudah dihitung berapa untuk padi dan jagung disetiap hektarnya,” ujar dia.

Menurutnya, negara memiliki peluang dan kesempatan untuk mengembangkan produk-produk yang sudah di coba di lapangan. Akan tetapi, tidak diperluas secara besar-besaran. Padahal hitungan dan kalkulasinya jelas, tetapi tidak berani dilaksanakan secara luas.

Ia mencontohkan, produktivitas jagung,  padi gogo dan hasil ternak sapi yang berdampingan dengan hutan yang selama puluhan tahun tidak berani dikembangkan. Jika negara mengintervensi terhadap produktivitas pangan dan daging ini, maka akan melompatkan hasil sektor pertanian dan peternakan yang luar biasa bagi rakyat.

Selama ini peternakan sapi sekitar hutan ditakutkan. Ini karena akan merusak tegakkan baru. Namun dengan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Puslitbang Perhutani kini tidak perlu dirisaukan lagi.

“Para peneliti sudah melakukan praktek melalui gundukan di sekitar tanaman tegakkan jati, sehingga ternak sapi ataupun kambing tidak bisa merusak, bahkan kotorannya justru menjadi bahan pupuk bagi tanaman tersebut,” ujar Jokowi. (wh)