Jokowi: BBM Harus Naik

Jokowi: BBM Harus Naik
Jokowi dan Jusuf Kalla di Rumah Transisi, Jakarta. foto:liputan6

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak memiliki alternatif lain selain menaikan harga BBM. Langkah ini dilakukan  untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Apa alternatifnya ? Tidak ada,” kata Jokowi, usai mengadakan pertemuan dengan Forum Pemred, di Restoran Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Jokowi bertemu dengan Forum Pemred sekitar pukul 19:30 WIB seusai meninggalkan Rumah Transisi, di Jl Situbondo, No 10 Menteng, Jakpus. Pertemuan berakhir sekitar pukul 21:00 WIB.

Sebelum ini, Jokowitelah bertemu dengan Presiden SBY, di Hotel Lagoon, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014) membahas postur APBN. Namun, SBY menolak usulan menaikan harga BBM di masa-masa akhir kepemimpinannya.

Hal itu telah ditegaskan SBY yang menyebut tidak ada “deal” politik antara dirinya dengan Jokowi dalam konferensi persnya di Cikeas, sewaktu bertemu dengan elite partai politik koalisi merah putih, di Cikeas, Selasa (2/9/2014) pagi.

Jokowi tidak memberi penegasan ketika disinggung rencana menaikan harga BBM oleh pemerintahannya nanti telah final. Dirinya hanya menjelaskan kebijakan tersebut bakal ditentukan setelah dirinya dilantik sebagai Presiden RI ke-7 pada 20 Oktober 2014.

“Ya nanti setelah tanggal 20 lah. Yang jelas kita mempunyai rencana tetapi tidak kami sampaikan di sini,” katanya. Isu soal BBM ini  memang menjadi garis pemisah antara Jokowidan Presiden SBY. Jokowi berharap Pemerintahan saat ini segera menaikkan BBM sedang SBY menyerahkan pada Jokowi saat memerintah nanti. (bst/ram)