Jokowi Batalkan  Proyek Kereta Cepat Indonesia

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya usai Double Track Tuntas

Kereta  cepat atau high speed railway (HSR) Jakarta-Bandung dibatalkan dan diubah menjadi medium speed railway (MSR) atau kereta dengan kecepatan maksimum 200 km per jam. Pihak Jepang dan  China diminta mengubah proposal, pemerintah akan memutuskan dalam dua pekan ke depan.

‎Seperti  kereta cepat, proyek MSR pun tidak dijamin pemerintah. Pada proposal lama untuk HSR, China 100 persen tidak menggunakan dana APBN. Sedang Jepang mensyaratkan 50 persen jaminan pemerintah. Proyek ini tidak boleh melibatkan dana APBN, baik langsung maupun tidak langsung atau lewat penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN.

Dalam sejumlah pertemuan dengan pers, pihak Jepang menegaskan, sangat sulit bagi pemerintah Jepang untuk tidak memberikan jaminan karena dana pinjaman untuk proyek kereta cepat di Indonesia adalah uang rakyat.

Untuk Indonesia, jaminan pemerintah sangat penting karena proyek ini memakan waktu lama. Pembangunan hampir lima tahun. “Jaminan dibutuhkan agar proyek ini tidak berhenti siapa pun presidennya,” ungkap Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kijima Yoshiko.

‎‎Presiden Joko Widodo Kamis (3/9/2015) menyatakan, kereta cepat Jakarta-Bandung tidak dijamin pemerintah. Saat ini, pemerintah memprioritaskan pembangunan kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. (bst)