John Chen, ‘Api Kehidupan’ Blackberry

John Chen, ‘Api Kehidupan’ Blackberry Blackberry  menatap tahun 2014 dengan penuh optimistis. Perusahaan smartphone asal Kanada ini mulai ‘Pede’ di tengah persaingan ketat industri  smartphone.  Ini seiring dengan performance perusahaan yang  kembali menggeliat.  Kondisi ini tak lepas dari kehadiran John Chen di posisi orang nomor satu perusahaan.

Chen yang sebelumnya menjadi  pemimpin perusahaan Sybase, ditarik  menggantikan Thorsten Heins yang mengundurkan diri pada 4 November 2013 lalu.  Heins dinilai gagal setelah respon pasar  terhadap produk terbaru Blackberru 10 tak seperti yang diharapkan.

Sentuhan Chen langsung terasa.  Perfomance perusahaan kembali menggeliat.  Bahkan, baru-baru ini, Chen  sepakat menjalin kerjasama dengan Foxconn guna memproduksi  handset lebih baik. Chen juga memecat beberapa eksekutif  yang berusaha mengambil bisnis Blackberry selama bertahun-tahun.

Manuver Chen ini  membuat perusahaan girang. Ini setidaknya sinyal bahwa Chen akan tetap diperusahaan ini untuk beberapa waktu ke depan.

Situs Phone Arena menuliskan, perusahaan menyatakan bahwa Chen setuju akan terus bersama sampai perusahaan ini mendapatkan pijakan yang stabil dan kuat.  “Setelah membicarakan masalah keuntungan dengan media dan analis dari C.E.S, Chen mengatakan bahwa ia akan menjadi CEO BlackBerry sampai perusahaan ini mampu berada pada pijakan keuangan yang solid. Chen kini adalah ‘api kehidupan’ bagi perusahaan,” kata juru bicara BlackBerry, Adam Emery.

Sejumlah analis juga sepakat, kehadiran Chen akan kembali membawa perusahaan asal Kanada kembali bermain dalam persaingan ponsel pintar. Chen sekarang bekerja dengan BlackBerry dengan penghasilan sebanyak US$ 2 juta atau sekitar Rp 24 miliar per tahun. Selain itu, ia juga meneriman 13 juta saham terbatas BlackBerry yang saat ini senilai US$ 113 juta atau sekitar Rp 13 triliun. (ram)