Johan Budi Tinggalkan Posisi Jubir KPK

 

Johan Budi Tinggalkan Posisi Jubir KPK

Johan Budi SP segera meletakan jabatannya sebagai Juru Bicara KPK. Hal itu dikarenakan Johan berhasil lolos seleksi calon Deputi Pencegahan KPK. “Saya memang mengikuti seleksi deputi pencegahan sejak dua bulan lalu. Pekan lalu pimpinan menyampaikan bahwa saya lulus dan ditunjuk menjadi Deputi Pencegahan KPK,” kata Johan, Senin (13/10/2014).

Pada Jumat (17/10/2014), dirinya akan secara resmi dilantik menjadi Deputi Pencegahan KPK. Selama dua bulan, Johan telah mengikuti proses seleksi untuk menjadi Deputi Pencegahan KPK. Kursi Deputi Pencegahan sebelumnya dipegang oleh Iswan Hilmy. Adapun Johan, sudah menjadi Juru Bicara KPK sejak 2007. Selain menduduki posisi juru bicara, Johan juga merangkap sebagai Kepala Biro Humas KPK.

Johan mengawali kariernya di KPK sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Yanmas) ini. “Saya memang mengikuti seleksi Deputi Pencegahan sejak dua bulan yang lalu, dan pekan lalu pimpinan KPK menyampaikan bahwa saya lulus dan ditunjuk menjadi Deputi Pencegahan KPK,” kata Johan Budi.  

Karier pria lulusan Teknik Gas & Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) di KPK diawali dari permintaan salah satu pimpinan KPK ke tempatnya bekerja. Ketika itu, tahun 2003, KPK baru berdiri dan membutuhkan karyawan. Tetapi ketika itu hanya sedikit yang melamar. Akhirnya, rekruitmen pegawai dilakukan dari mulut ke mulut. Selain dilakukan juga secara terbuka.

Lalu Johan menduduki jabatan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Tetapi jabatan tersebut tak berlangsung lama, menyusul kebutuhan lembaga antirasuah tersebut akan sosok yang bisa berbicara kepada publik melalui media.

Jabatan jubir sendiri akhirnya melekat pada Johan Budi secara tidak resmi, atau berdasarkan penunjukan langsung pimpinan KPK pada Johan Budi lebih dari lima tahun. Namun akhirnya Johan ditunjuk resmi menjadi Jubir KPK sejak 2007 dan menjadi Kabiro Humas sejak 2009.

Selama tiga periode pimpinan KPK, Johan sigap memberi informasi ke publik mengenai penanganan kasus korupsi.

Tetapi Johan memang sempat menyatakan mundur dari jabatannya sebagai jubir pada Juli 2011, menyusul tudingan mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin bahwa ia ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama Direktur Penyidikan Ade Raharja.

Johan mengaku pengunduran dirinya dimaksudkan agar bisa fokus mengikuti tes calon pimpinan KPK yang tengah diikutinya. Tetapi permintaan tersebut ditolak oleh pimpinan KPK.  (bst/ram)