Johan Budi Diangkat jadi Pimpinan KPK

johan
Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Diangkat menjadi Pimpinan KPK. Bersama Johan ditunjuk juga dua orang lainnya yakni Taufiqurrahman Ruqi dan Indriarto Seno Adji. Ketiganya diangkat berdasarkan Perppu yang diteken oleh Presiden Jokowi.
Bersamaan dengan itu, Presiden juga memberhentikan sementara dua pimpinan KPK yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Keduanya diberhentikan sementara untuk menyelesaikan kasus hukum yang tengah membelit. Saat ini, keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. “Karena ada masalah hukum kepada dua pimpinan KPK yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dan ada satu kekosongan pimpinan KPK, sesuai undang-undang yang berlaku, saya mengeluarkan Keppres pemberhentian sementara dua pimpinan KPK,” ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2015).
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditetapkan oleh Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus pengarahan saksi untuk membuat keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Kemudian, Polda Sulselbar telah menetapkan Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen, pada Selasa 17 Februari 2015. Penyidik melihat perkara yang melibatkan Abraham tersebut sudah cukup bukti. Adapun barang bukti yang disita berupa kartu keluarga (KK), KTP dan paspor Feriyani Lim yang diduga palsu.
Feriyani, warga Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi tersangka utama pemalsuan dokumen paspor. Saat mengajukan permohonan pembuatan paspor pada 2007, Feriyani memalsukan dokumen dan masuk dalam kartu keluarga Abraham Samad yang beralamat di Boulevar, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan. (oke)