JK: Kejujuran Pemimpin Terlihat Bukan Saat Berkuasa

JK: Kejujuran Pemimpin Terlihat Bukan Saat BerkuasaMantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya sifat jujur seorang pejabat dalam mengemban tugas pembangunan. Menurutnya kejujuran pemimpin akan terlihat setelah dia berkuasa, bukan saat berkuasa.

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara peluncuruan buku Pengabdian di Tengah Prahara Korupsi yang ditulis politisi Partai Golkar yang juga Anggota DPR Komisi XI, Melchias Markus Mekeng, Minggu (15/12/2013)

JK, sapaan Jusuf Kalla lebih banyak menyorot persoalan antara kejujuran pemimpin terkait dengan kinerja ketika orang tersebut masih terlibat saat negara ini sedang membangun.

Ia mengatakan, syarat keberhasilan satu proyek pembangunan adalah kejelasan dari tujuan pembangunan itu sendiri selain tidak adanya kepentingan pribadi. Kejelasan dari tujuan pembangunan tersebut akan membuat masyarakat tidak ragu-ragu untuk memberikan dukungan.

Demikian juga dengan perlunya meghindari kepentingan pribadi. Menurutnya kalau tujuan pembangunan terkait kepentingan pribadi maka pembangunan itu akan sulit terlaksana selain tidak akan mendapat dukungan dari masyarakat.

“Jadi tujuannya harus jelas dan tidak ada kepentingan pribadi,” ujarnya menegaskan pada acara yang berlangsung di Puri Agung Hotel Sahid Jaya itu.

Selain Jusuf Kalla yang akrab disapa JK, turut menghadiri acara peluncuran buku setebal 460 halaman itu Menkeu Chatib Basri, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardodjo, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung dan sejumlah politisi lainnya. (bisnis/bh)