Jilat Ludah, Yunani Akhirnya Ikuti Kemauan  Uni Eropa

A protester raises Greek flag in front of the parliament during a rally against a new austerity package at Athens' Syntagma square...A protester raises Greek flag in front of the parliament during a rally against a new austerity package at Athens' Syntagma (Constitution) square June 11, 2011. The protest, on its 18th day, was organized through a Facebook group called "The Indignant".  REUTERS/Pascal Rossignol (GREECE - Tags: POLITICS BUSINESS CIVIL UNREST)
A protester raises Greek flag in front of the parliament during a rally against a new austerity package at Athens’ Syntagma square…A protester raises Greek flag in front of the parliament during a rally against a new austerity package at Athens’ Syntagma (Constitution) square June 11, 2011. The protest, on its 18th day, was organized through a Facebook group called “The Indignant”. REUTERS/Pascal Rossignol (GREECE – Tags: POLITICS BUSINESS CIVIL UNREST)

Setelah rapat sepanjang malam dengan pemimpin-pemimpin Uni Eropa, pada Senin pagi di Brussel, PM Yunani Alexis Tsipras akhirnya mengumumkan bahwa negara para dewa itu  akan mengikuti kehendak UE mengadopsi paket austerity. Uni Eropa sepakat untuk memberikan dana talangan sebesar 86 miliar euro dengan syarat harus melakukan reformasi ekonomi. “Kami bertanggung jawab atas keputusan ini. Kami berhasil menghindari kelangkaan kredit dan jatuhnya sistem keuangan,” kata Tsipras.

Bagi Tsipras, keputusan ini serasa menjilat ludah sendiri. Pasalnya, sebelum ini dia ngotot berjanji akan mengakhiri era pengetatan ekonomi (austerity) dan mengembalikan “harga diri” rakyat Yunani. Bahkan, kampanye ini mendapat dukungan mayoritas seperti yang tercermin di referendum.

Austerity Yunani akan mencakup penjualan aset negara dalam skala besar, menaikkan pajak dan pemangkasan belanja negara. Semua ini harus disetujui oleh parlemen segera.

Diperkirakan sekitar 50 miliar euro akan dihasilkan dari penjualan atau monetisasi aset negara. Dana ini bisa digunakan untuk membayar sebagian utang dan mengguyur perbankan Yunani dengan likuiditas.

Tsipras, yang tadinya menolak austerity dan mengadakan referendum untuk menolak austerity, terpaksa tunduk pada kehendak UE karena dana talangan dari UE bisa digunakan untuk menjaga kebangkrutan negara dan menjaga negara ini tetap di Uni Eropa.

Paket austerity yang akan dibawa Tsipras ke parlemen lebih berat dibanding paket sebelumnya yang berujung ke referendum penolakan pada 5 Juli.

Reshuffle pemerintahan mungkin terjadi, kemungkinan dimulai dari Tsipras sebagai PM dan dukungan dari partai oposisi. Sekitar 30 anggota parlemen dari Partai Syriza bisa meninggalkan Tsipras,” kata George Pagoulatos, profesor politik dan ekonomi Eropa di Athens University of Economics and Business Yunani. (bst)