Jika Anda Sehat, Hentikan Minum Suplemen

Jika Anda Sehat, Hentikan Minum SuplemenHentikan penggunaan suplemen dan mineral. Terutama bagi mereka yang sehat dan tidak sedang dalam kekurangan vitamin dan mineral. Sebab, tidak bermanfaat, bahkan mengarah pada tidak aman pada kasus tertentu.

Beberapa hasil penelitian mendapatkan bahwa tidak ada bukti klinis yang konsisten dari penggunaan suplemen multivitamin dan mineral untuk pencegahan primer penyakit jantung koroner, kanker, serta pencegahan kematian karena berbagai sebab pada orang sehat tanpa kekurangan vitamin.

Hal ini diungkapkan Dr Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam. Menurut dia, ada hal yang mengganggu atas budaya masyarakat mengkonsumsi vitamin dan mineral secara berlebihan, dan ternyata bukti klinis membuktikan bahwa konsumsi multivitamin dan mineral tidak ada gunanya.

“Saya mengimbau untuk tidak mengkonsumsi suplemen multivitamin dan mineral bagi orang sehat yang tidak sedang dalam kekurangan vitamin dan mineral,” kata staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM ini.

Saat ini, menurut Ari, paragdima kedokteran berbasis bukti klinis (evidence-based medicine). Bukti klinis tentu didasarkan pada penelitian yang melibatkan manusia dan dilakukan dengan jumlah sampel yang besar. Penelitian yang terbaik tentu dengan membandingkan efek suatu obat dengan plasebo, dan penelitian dilakukan dengan catatan peneliti dan subyek penelitian tidak tahu obat yang digunakan.

Berbagai penelitian besar, termasuk review dari penelitian yang ada, menunjukkan bahwa suplemen multivitamin dan mineral yang dikonsumsi tidak mempunyai peran untuk mencegah terjadinya dan perburukan dari penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit pembuluh darah jantung.

“Saya juga selalu mendapatkan kasus dengan gangguan hati akibat penggunaan suplemen, bahkan satu sampai dua kasus per tahun, mengalami kerusakan hati yang fatal sampai harus dirawat di ICU rumah sakit,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI JAYA) tersebut.

Ia mengatakan soal kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi suplemen atau vitamin saat ini. Berbagai suplemen atau multivitamin, termasuk herbal, dalam bentuk kapsul beredar di tengah masyarakat. Bahkan, produk-produk yang ada dijual secara multilevel marketing (MLM) atau melalui Internet secara online. Yang menarik, tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari pendistribusian produk-produk tersebut.

“Selain tidak bermanfaat, bahkan ada beberapa suplemen yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan kanker, antara lain beta karotin dan vitamin E. Suplemen vitamin D dan kalsium meningkatkan terjadinya pembentukan batu pada ginjal. Alih-alih untuk hidup sehat, ternyata pada beberapa keadaan, suplemen multivitamin dan mineral juga tidak aman,” katanya.

“Sebagai praktisi klinis, bagi saya, bukti klinis ini menjadi patokan untuk tidak menganjurkan pasien-pasien saya yang sudah sehat untuk tetap mengkonsumsi vitamin dan mineral tanpa bukti pada seseorang tersebut telah mengalami kekurangan vitamin dan mineral,” kata Ari.

“Saya mengimbau kepada kita semua untuk memilih mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran yang sangat kaya akan multivitamin dan mineral,” katanya. (tempo/bh)