Jelang Ramadan, Ratusan Aparat Keamanan Razia Dolly-Jarak

 

Jelang Ramadan, Ratusan Aparat Keamanan Razia Dolly-Jarak

Ratusan aparat keamanan mendatangi eks lokalisasi Dolly dan Jarak, Jumat (27/6/2014) sore. Razia yang dilakukan gabungan aparat keamanan tersebut terdiri dari Polisi, TNI, dan Satpol PP Kota Surabaya. Razia itu dilakukan guna memastikan tidak ada lagi perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bekerja di dalam wisma.

“Kedatangan aparat keamanan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi penutupan Dolly dan Jarak. Tujuannya mensterilkan Dolly dan Jarak dari kegiatan prostitusi pascadeklarasi kemarin,” ujar Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto.

Untuk itu, sambung Irvan, ratusan Satpol PP di bawah koordinasinya melakukan razia dan sweeping agar tak ada lagi wisma yang buka pascapenutupan.

Irvan menegaskan, warga Dolly dan Jarak tak perlu khawatir dengan kedatangan petugas gabungan. Ia memastikan bahwa petugas tak akan bertindak represif untuk merazia kawasan esek-esek itu. 

“Petugas lebih mengedepankan persuasif dan humanis. Sebab, warga sekitar Dolly dan Jarak merupakan warga asli Surabaya. Tentu saja kami tidak ingin membuat warga ketakutan,” jelasnya.

Irvan menambahkan, razia oleh aparat berwajib itu lebih baik dibandingkan bila sweeping dilakukan oleh ormas-ormas lain yang di luar pemerintahan. Sebab jika itu terjadi, bentrok fisik bisa tak terhindarkan. hampir bisa dipastikan akan terjadi bentrok. 

Salah satu pemilik wisma di gang Dolly Eko mengatakan petugas gabungan tersebut memeriksa wisma dan memastikan tidak ada PSK di dalamnya. “Cuma ngecek. Ada anak-anak PSK atau tidak,” ujar Eko.

Ia mengatakan aparat gabungan tersebut berjalan memeriksa setiap wisma yang ada di gang Dolly untuk mengecek satu persatu. “Tapi ya tidak ada hasilnya, wong semua (PSK) sudah pada pulang kok. Kita ini tertib mas. Kalau waktunya libur selama bulan puasa, kita pasti libur,” katanya.(ant/wh)