Jelang Prepcom UN Habitat III, Grand City Dilengkapi 1.200 CCTV

Jelang Prepcom UN Habitat III, Grand City Dilengkapi 1.200 CCTV

Stevie Widya, Operation Manager Grand City Mall Convex Surabaya. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Menjadi tuan rumah yang baik, ramah dan meninggalkan kesan positif bagi ribuan tamu dari berbagai negara yang hadir ke Kota Surabaya. Tujuan itulah yang ingin dicapai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ketika menjadi tuan rumah agenda internasional, Preparatory Committe (Prepcom) III for UN Habitat III pada 25-27 Juli nanti.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, untuk agenda meeting yang akan digelar di Grand City Mall Convex Surabaya, itu merupakan kewenangan langsung dari UN Habitat dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun fokus Pemkot Surabaya sebagai tuan rumah adalah di luar acara di Grand City.

Nah, demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para delegasi selama gelaran Prepcom III for UN Habitat III itulah, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai kesiapan di banyak aspek. Utamanya mempercantik wajah kota seperti pedestrian, taman kota dan kawasan heritage, serta kampung-kampung yang nantinya akan dilihat dan dikunjungi para tamu.

“Beberapa titik kota juga dipasangi lampu-lampu hias agar terlihat semakin indah. Kami juga terus mempercantik pedestrian di berbagai kawasan. Termasuk pedestrian dari kawasan Grand City menuju Kawasan Tunjungan sehingga para tamu yang ingin berjalan kaki, bisa melakukannya dengan nyaman,” tegas Agus Sonhaji ketika sesi jumpa pers di Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/7/2016).

Pemkot Surabaya, sambung Agus Sonhaji, juga menyiapkan agenda yang sifatnya refreshing. Sesuai bersidang dan membahas isu-isu penting terkait permukiman dan lingkungan, para tamu akan diajak berkeliling melihat langsung pesona Kota Surabaya melalui paket field trip dan juga city tour. Ada juga agenda festival dan paralel event.

“Paket ini bahkan sudah ada sebelum tanggal 25 Juli. Ada city tour di mana para tamu akan diajak melihat kawasan heritage dan kawasan menarik di Surabaya. Kalau field trip, para tamu akan diajak masuk ke kampung-kampung sembari berinteraksi dengan warga,” sambung pejabat kelahiran Kediri ini.

Untuk paket field trip ini, Agus Sonhaji menyebut ada beberapa kampung di Surabaya yang akan dijadika tujuan kunjungan. Selain kampung yang sudah terkenal seperti Kampung Lawas Maspatih ataupun Kampung Lingkungan di Gundih dan Jambangan, juga ada Kampung Ketandan yang meski jarang diekspos tetapi punya pesona hebat.

“Dengan melihat kampung ini, kita akan tahu kalau orang Surabaya itu punya semangat luar biasa untuk mengembangkan kampungnya. Masyarakat punya kapasitas untuk membangun dirinya sendiri,” jelasnya.