Jelang Pensiun, Bupati Batang jadi Host TV Nasional

Jelang Pensiun, Bupati Batang jadi Host TV Nasional

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. foto: beritasatu.com

Jelang Pensiun, Bupati Batang jadi Host TV Nasional
Diwawancarai terkait survey kepatuhan pajak di Kabupaten Batang. foto: mangku

Matahari merambat tinggi. Spontan, Yoyok Riyo Sudibyo mengajak saya bersama rombongan makan siang. Kebiasaan yang selalu ia lakukan kepada tamunya. Kami kompak bilang terima kasih. Tapi Yoyok memaksa. “Ayo tho, iki sak anane (seadanya, red). Monggo,” paksa dia.

“Ah, kapan lagi diajak makan bupati,” jawab saya yang membuat Yoyok tersenyum.

Kami makan berempat. Tidak ada hidangan spesial. Di meja makan terhidang ayam goreng, tempe bacem, sayur asem, sayur buncir, dan krupuk. Yoyok hangat sekali mengajak kami mengobrol. Di sela itu dia sempat memberi tahu ada bumbu yang menempel di pipi saya.

Satu topik yang paling hangat kami bicarakan soal ketidaksediaan dia dicalonkan kembali menjadi bupati Batang yang akan berakhir Februari 2017 mendatang. Padahal, peluang dia terpilih lagi pada periode kedua amat sangat besar.

“Saya sudah bersumpah enggak akan calonkan lagi di Batang. Bagi saya, memimpin Batang cukup lima tahun,” ujar Yoyok.

Dia memang meneguhkan tekad itu sejak 2,5 tahun lalu. Baginya sumpah itu harus ditepati. Meski dalam politik, hal itu lazim bisa saja berubah. Bergantung kondisi.

Dorongan mencalonkan lagi sebagai bupati diakuinya sangat besar. Bahkan, di beberapa acara dia dipaksa tampil dan didorong-dorong untuk mencalonkan lagi.

“Levelnya sudah kelewat batas. Saya tetap sampaikan, saya tak mau nyalon lagi. Saya berharap pengganti saya bisa membawa Batang bisa berkembang lebih baik,” ucap dia.

Lalu, profesi apa yang akan ia jalani setelah melepas jabatan bupati? Yoyok tak mau menjawab. Hanya, dia dipastikan punya kesibukan baru sebagai host acara talkshow di televisi nasional.

Yoyok tak mau menyebutkan televisi mana yang mengontrak dia. Dia hanya mengatakan kalau acara tersebut terkait dengan sosk-sosok inspiratif. Yang mampu mengubah lingkungan menjadi lebih baik.

“Gak usah saya sebutkan, lah. Nanti setelah pesan-pesan berikut ini. Yang jelas sudah taping dan siap tayang,” ujar dia, lantas tertawa.

Adzan Dzuhur berkumandang. Saya berkesempatan bersama Yoyok salat berjamaah di masjid yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Kami berboncengan naik motor. Selama perjalanan, Yoyok akrab menyapa warga, dari pedagang kaki lima, tukang becak, polisi, aparat korem, dan anak-anak sekolah.

Sosok Yoyok Riyo Sudibyo memang fenomenal. Dia berhasil membawa Batang menjadi perbincangan nasional. Bahkan, namanya sempat digadang masuk bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta. Tapi dia setia dengan janji. Ya, janji mau menjadi bupati satu periode saja. (*)