Jelang Pensiun, 50 Pegawai Taspen Berguru ke Witrove

Jelang Pensiun, 50 Pegawai Taspen Berguru ke Witrove

Para pegawai Taspen yang menimba ilmu di Witrove. foto:yayuk surat

50 orang pegawai PT Taspen (Persero) dari seluruh Indonesia belajar di Gerai Witrove di Perumahan Kebraon Indah Permai, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan untuk persiapan mereka menjelang pensiun.

Di tempat itu, ke-50 pegawai Taspen diajak melihat beberapa produk  handicraft dari limbah eceng gondok. Selain itu, mereka juga ditunjukkan produk sulam pita, jahit konveksi, kuliner dan lain sebagainya.

“Apapun usahanya, jika kita mencintai usaha tersebut, Inshaa Allah akan  berjalan. Jika sudah berkembang, kita bisa mendapat pemasukan yang jauh lebih tinggi ketimbang menjadi seorang pegawai,” kata Supardi, owner Witrove, kepada enciety.co, Rabu (24/7/2018).

Setelah selesai melakukan pengenalan, Supardi mengajak 50 pegawai PT Taspen meninjau langsung proses produksi yang dia rintis bersama sang istri, Wiwit Manfaati yang juga mentor Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya.

Supardi mengatakan, banyak pegawai masih terlena dengan rutinitas kerjanya. Di mana mereka dituntut untuk memenuhi target dan berlomba mencetak prestasi kerja.

“Namun, bagi saya hal ini bagai pisau bermata dua. Ada positif dan negatifnya,” ujar Supardi.

Menurut Supardi, sebagai persiapan masa pensiun, sudah selayaknya para pegawai mulai mencari kelebihan dari kemampuan yang dimiliki, Hal itu perlu dilakukan untuk mempersiapkan masa pensiun yang lebih cerah.

“Untuk mencari kelebihan kemampuan atau skill di luar pekerjaan rutin bisa dilihat dari kegiatan apa yang kita sukai,” papar Supardi yang juga pensiunan PT Karya Pembina Swajaya, perusahaan percetakan yang berkantor di Jalan Urip Sumoharjo, Surabaya itu. (wh)

Jelang Pensiun, 50 Pegawai Taspen Berguru ke Witrove
foto:yayuk surat