Jelang Penentuan Nasib : MU Tirulah Chelsea

Jelang Penentuan Nasib : MU Tirulah Chelsea

 

Manchester United (MU) akan jelang penentuan nasib di arena Liga Champions. Setan Merah bakal menjamu wakil Yunani, Olympiakos di Stadion Old Trafford Manchester ,  Kamis (20/3/2014) dinihari.  Menang saja tak cukup bagi MU untuk melaju ke babak perempat final.  Tim  besutan David Moyes ini harus menang dengan  selisih tiga gol. Pasalnya, di leg pertama, Setan Merah dibikin tak bertuah oleh tuan rumah setelah dipukul Olympiakos dengan skor 2-0.

Sanggupkan MU  mengemban misi penentuan nasib yang sulit ini?  Semua masih terbuka. Di sepakbola, tak ada yang tidak mungkin. Hanya saja, MU ada baiknya belajar dari Chelsea.  Pada  Liga Champions edisi 2011/2012, The  Blues juga alami masa yang sulit.   Bermodal kalah 1-3 dari Napoli, Chelsea akhirnya sukses   membalikkan keadaan (come back) menutup laga di leg kedua  dengan skor 4-1. Chelsea akhirnya lolos ke babak 16 besar.

Selain Chelsea ada beberapa laga  come back dramatis yang terjadi di arena Liga Champions. Nah, bisa saja MU  mengulangnya di pertandingan penentuan nasib dinihari nanti.   Berikut beberapa laga comeback yang dramatis.

AS Monaco 3-1 Real Madrid (2003/2004)

AS Monaco menjadi salah satu tim yang percaya terhadap daya magis dalam sepak bola. Ketika berhadapan dengan Real Madrid di babak 16 besar pada musim 2003/2004, klub asal Prancis itu takluk 4-2 saat melakoni laga leg pertama di Santiago Bernabeu.

Namun, saat menjamu Los Blancos di Stade Louis II, skuat asuhan Didier Deschamps berhasil menang 3-1. Meski pertandingan berakhir dengan aggregate 5-5, namun dengan sistem gol tandang Monaco melaju ke babak semifinal.

Usai menghentikan laju Chelsea di semifinal, mereka lolos ke partai puncak sebelum akhirnya takluk 0-3 dari Porto.

Barcelona 4-0 AC Milan (2012/2013)

Kasus Barcelona mungkin bisa menjadi pelajaran penentuan nasib bahwa sesuatu masih mungkin dalam sepak bola. Pada musim 2012/2013, mereka bertemu AC Milan di babak 16.

Sayang, dalam lawatannya ke San Siro Blaugrana takluk 2-0 dari i Rossoneri. Namun, klub asuhan Tito Vilanova itu belum menyerah dan berharap daya magis di Camp Nou.

Terbukti, Lionel Messi dkk mengamuk di depan pendukungnya sendiri saat menjamu Milan. Akhirnya, mereka memenangi leg kedua dengan skor 4-0 dan memastikan laju ke babak perempat final.

Arsenal 5-0 Porto (2009/2010)

Arsenal juga membuktikan bahwa daya magis leg kedua. Ketika bertemu Porto di babak 16 besar Liga Champions 2009/2010, skuat asuhan Arsene Wenger takluk 2-1 di Estadio do Dragao.

Namun, ketika menjamu Porto di Emirates Stadium, Meriam London meledak dengan menghancurkan wakil Portugal itu dengan skor 5-0. Alhasil, klub London Utara melaju ke babak perempat final dengan aggregate 6-2.

Bayern Munchen 2-3 Inter Milan (2010/2011)

Inter Milan membuktikan bahwa kekalahan di leg pertama belum memastikan peluang tim tertutup ke babak selanjutnya. Pada babak 16 besar Liga Champions 2010/2011, saat menjamu Bayern Munchen di Giuseppe Meazza, Inter takluk dengan skor tipis 1-0.

Namun, dendam membara ternyata dibawa ke Allianz Arena dalam leg kedua. Mereka berhasil meraih kemenangan 3-2 sekaligus memastikan langkah terus melaju ke babak perempatfinal karena diunggulkan gol tandang.

Namun, Inter akhirnya kandas juga di tangan tim Jerman lain, Schalke di babak perempatfinal dengan aggregate 3-7.

Chelsea 4-1 Napoli (2011/2012)

Laju Chelsea untuk menjadi kampiun Liga Champions 2011/2012 tidaklah mudah. Peluang skuat arahan Roberto Di Matteo kala itu nyaris tertutup ketika kalah 3-1 dari Napoli di leg pertama babak 16 besar.

Namun, dewi fortuna penentuan nasib ternyata lebih memihak The Blues di leg kedua ketika membalikkan keadaan menjadi 4-1 sekaligus memastikan lolos ke babak perempatfinal.

Bukan sekedar lolos, di musim tersebut menjadi pertama kalinya bagi The Roman Emperor angkat trofi Liga Champions. Sebab, mereka sukses mengalahkan Bayern Munchen di Allianz Arena pada partai puncak melalui adu tendangan penalti dengan skor 4-3. (ram)