Jelang Natal dan Tahun Baru, Bulog Jatim Gelar Operasi Pasar

Jelang Natal dan Tahgun Baru, Bulog Jatim Gelar Operasi Pasar

Perum Bulog Divisi Regional Jatim berencana melakukan operasi pasar guna meringankan beban masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru. Operasi pasar (OP) ini digelar bersama antara Perum Bulog Divre Jatim dengan Pemprov Jawa Timur menggelar Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut (OP-BOA) pada akhir tahun ini.

Akan ada empat komoditi yang mendapat OP-BOA, yakni beras premium, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu yang akan dilaksanakan selama 10 hari. OP pertama dilaksanakan jelang Natal, atau tanggal 18-24 Desember 2014 dan OP kedua jelang Tahun Baru, atau 29-31 Desember 2014.

“OP-BOA dilaksanakan secara serentak di 78 titik pasar yang tersebar di 38 kabupaten kota di seluruh Jatim. Setiap kabupaten kota akan dilaksanakan di dua titik pasar kecuali Surabaya dilaksanakan di empat titik, seperti pasar Soponyono, Wonokromo, Pucang dan Pasar Tambah Rejo,” ungkap Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono di Surabaya, Selasa (16/12/2014).

Dalam pelaksanaannya OP-BOA, beras akan diberikan subsidi ongkos angkut oleh pemprov Jatim sebesar Rp 250 per kilogram. Sehingga harga jual menjadi Rp 8.600 per kg. Untuk gula sendiri disubsidi Rp 750 per kg dengan harga jual Rp 8.500 per kg, tepung terigu disubsidi Rp 500 per kg, dan harga jual menjadi Rp 7.000 per kg dan minyak goreng mendapatkan alokasi subsidi Rp 2.000 per kg dengan harga jual Rp 9.700 per kg.

Adapun alokasi OP di tiap pasar rata-rata mencapai 1 ton per hari per komoditas. Sehingga total volume komoditas beras yang disediakan sepanjang pelaksanaan OP mencapai 780 ton, gula pasir 780 ton, tepung terigu 780 ton dan minyak goreng sebanyak 780.000 liter.

Selain akan melaksanakan OP-BOA, Bulog Jatim juga telah melaksanakan OP untuk meredam harga paska kenaikan BBM sejak awal Oktober untuk lima komoditas, beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan cabe rawit.

Hanya saja, karena tidak ada subsidi ongkos angkut, maka harga relatif lebih mahal dibanding OP-BOA. Beras misalnya, dipatok sebesar Rp 7.900 hingga diatas Rp 9.000 per kg. Harga tersebut juga tergantung jenis beras yang dijual. Sementara gula pasir dipatok Rp 8.959 per kg, tepung terigu Rp 7.300 per liter dan minyak goreng sebesar Rp 10.741 per liter.

“Realisasinya sampai sekarang sudah mencapai 10,965 ton untuk komoditas beras, gula pasir terjual 1,108 ton, tepung terigu mencapai 65 kg, minyak goreng 1.535 liter dan cabe 14 kg. Cabe ini sedikit karena kita memang kesulitan untuk mendapatkan pasokan karena minimnya produksi disaat kemarau kemarin,” ujarnya.

Terkait rencana pemerintah pusat untuk lakukan Operasi Pasar Khusus Cadangan Beras Pemerintah (OPK-CBP) pada bulan Desember, Witono juga menyatakan siap melaksanakannya. Apalagi pada Desember ini penyaluran beras Raskin sudah tidak ada karena penyaluran November dan Desember telah dilaksanakan sebelumnya.

Menurutnya, pelaksanaan OPK-CBP sama persis dengan penyaluran raskin, baik volume maupun sasaran. Di Jatim, OPK-CBP akan disalurkan untuk 2.857.469 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan pagu sebanyak 42.862 ton.

“Sama seperti raskin, tiap RTSPM akan mendapatkan alokasi sebanyak 15 kg dengan harga tebus Rp 1.600 per kg. Sampai saat ini kami masih menunggu penugasan dari pusat. Intinya, kapan pun kami diperintah untuk pelaksanakannya, kami siap,” tutupnya. (wh)