Jelang Mudik, Penjualan Helm Naik Drastis

Jelang Mudik, Penjualan Helm Naik Drastis
Achmad Hanafi, pedafang helm di Jemursari, Surabaya. arya wiraraja/enciety.co

Memasuki akhir Ramadan dan jelang mudik Lebaran, omzet penjualan helm dan keperluan berkendara roda dua di Surabaya meroket 100 persen.

Achmad Hanafi (36), penjual helm di Jalan Jemursari, Surabaya, mengaku dagangannya laris manis jelang akhir Ramadan tahun ini.

“Alhamdulillah, memasuki minggu terakhir Ramadan, hampir setiap hari saya dapat menjual lima sampai sepuluh helm,” ungkapnya kepada enciety.co, Kamis (9/7/2015).

Hanafi mengungkapkan, pada Ramadan ia dapat mengantongi pemasukan Rp 500 ribu setiap harinya. “Jika pada hari biasa saya hanya dapat pemasukan sebesar Rp 200-250 ribu,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, kebanyakan pelanggan mencari barang-barang berkendara roda dua, seperti helm, jaket, masker dan sarung tangan.

“Yang paling banyak terjual masker dan helm. Untuk helm, sehari bisa terjual empat hingga lima buah, keuntungannya bisa Rp 50-100 ribu per buah,” terangnya.

Sementara itu, penuturan yang tidak jauh berbeda dilontarkan oleh Johan Firmansyah (31), pemilik stan helm di Jalan Indrapura, Surabaya juga merasakan kenaikan omzet penjualan. Saban hari, ia mengantongi jutaan rupiah jelang Lebaran.

“Tahun lalu, tepatnya hari H-1 saya dapat mengantongi Rp 1,5 juta, Mas,” tegasnya.

Johan menambahkan, tahun ini dirinya telah meraup untung Rp 500 ribu tiap harinya. “Lebaran tahun saya dapat membeli motor baru dari hasil berjualan helm dan alat kelengkapan berkendara,” pungkasnya. (wh)