Jelang MEA, Dinkop Surabaya Optimalkan Sentra PKL

Jelang MEA, Dinkop Surabaya Optimalkan Sentra PKL
sumber foto: blogspot

Jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Desember mendatang, membuat Dinas Koperasi (Dinkop) dan UMKM Kota Surabaya menggenjot perekonomian sektor menengah. Caranya dengan mengoptimalkan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) agar membuat koperasi dan memiliki badan hukum.

Kepala Dinkop dan UMKM Kota Surabaya Hadi Mulyono menegaskan, saat ini pihaknya terus mengupayakan agar para PKL dapat memiliki koperasi dan badan hukum. Selain itu, pada tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan 10 sentra PKL baru yang tersebar di seluruh kawasan di Surabaya.

“Sementara ini kita sudah memiliki 1.600 unit koperasi. Masing-masing koperasi sedikitnya mempunya 20 anggota. Dengan adanya koperasi itu memudahkan pedagang agar bisa mengurus perizinan usaha dan badan hukumnya,” bebernya kepada enciety.co, Rabu (8/4/2015).

Kata Hadi, upaya ini dapat meningkatkan pendapatan PKL Surabaya. Juga sebagai upaya menghapus stigma buruk masyarakat terhadap PKL. Kemudian mengubah branding PKL sebagai tempat makan untuk berbagai kalangan.

“Rata-rata sentra PKL kita itu sudah berkembang. Omsetnya itu rata-rata Rp 1 hingga Rp 2 juta per hari,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Sentra Kuliner RMI Surabaya, Suwidno (49), mengaku pendapatan pedagang meningkat drastis sejak didirikannya sentra kuliner RMI Surabaya. Bahkan, setiap pedagang bisa meraup omset Rp 700 ribu hingga Rp 4 juta dalam sehari.

“Pelanggan kami itu orang kantoran, mahasiswa, dan kalangan menengah ke atas. Bahkan para pejabat Pemkot Surabaya sering datang ke sini. Mulai dari Kepala DPRD Kota Surabaya Armuji, adik Wali Kota Surabaya, sampai Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto,” ungkapnya.

Menurut dia, masyarakat lebih datang ke sini lantaran keragaman jenis makanan dan harganya. Mulai dari harga kelas ekonomi dari 5 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya. Meski harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan tapi tidak khawatir karena kita tetap stabil pelanggannya. Kami juga tidak khawatir kalau MEA nanti dibuka, karena pelanggan kami sudah sejak tahun 1997 sudah datang ke sini,” imbuhnya. (wh)