Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan LPG sebesar 17 Persen

Jelang Lebaran, Pertamina Tambah Pasokan LPG sebesar 17 Persen

Teks: Heppy Wulansari, Area Manager Communication & Relation PT Pertamina MOR V Jatimbalinus. foto: arya wiraraja/encoety.co

Peningkatan konsumsi produk LPG terjadi di 3 periode atau pada bulan Ramadan menjelang hari Raya Lebaran ini sangat berbeda dengan konsumsi BBM. Pada Mei menjelang puasa, PT Pertamina sudah melakukan penambahan pasokan LPG 3 kg sebesar 15 persen dari alokasi normal.

Hal tersebut disampaikan oleh Heppy Wulansari, Area Manager Communication & Relation PT Pertamina MOR V Jatimbalinus, ketika di konfirmasi enciety.co, Jumat (9/6/2017).

“Penambahan pasokan akan dilakukan kembali bulan Juni ini sebesar 17 persen dari alokasi normal. Perlu diketahui, rata-rata konsumsi normal per bulan di wilayah PT Pertamina MOR V 110.902 Metrik Ton per bulan, Jatim 90.464 MT per bulan, Bali 14.480 MT per bulan, NTB 5.957 MT per bulan,” ujar dia lagi.

Lebih lanjut, Heppy juga menjelaskan, bahwa Pertamina juga menyiapkan penambahan stok LPG Nonsubsidi sebesar 8 persen untuk mengantispasi peningkatan konsumsi menjelang selama masa Ramadhan dan Lebaran

“Selain peningkatan stok, upaya Pertamina dalam mengamankan pasokan LPG antara lain adalah menginstruksikan kepada semua SPBE dan Agen untuk meningkatkan buffer stok LPG, menambah waktu pelayanan dan akan akan ditunjuk beberapa Agen Satgas dan Pangkalan Siaga yang akan buka pada hari H lebaran,” papar dia.

Kata dia, sebagai antisipasi kemacetan, Pertamina MOR V juga menyiagakan SPPBE Kantong tersebar di wilayah Jawa Timur dan NTB. “Selain itu, kami juga akan memastikan stok LPG di SPBU yang menjual LPG sbg antisipasi jika ada pangkalan yang  tutup pada hari Lebaran karena mudik atau silaturahmi keluarga. Lalu, kami juga akan menambah waktu pelayanan Terminal LPG,” tegas dia.

Pada kesempatan itu, Heppy juga menjelaskan terkait persiapan di Sektor Transportasi Udara. Kata dia, peningkatan bahan bakar pesawat udara (avtur) pada masa Lebaran diprediksikan akan terjadi di Bandara Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali dan BIL Lombok. “Untuk itu, Pertamina meningkatkan stok avtur sebesar 10 persen pada bulan Juni dengan perbandingan konsumsi normal bulanan yang angkanya mencapai 97.200 Kilo Liter (KL) perbulan,” terangnya.

Dijelaskan kembali oleh Heppy, untuk prediksi konsumsi tertinggi arus mudik pada tanggal 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL perhari atau naik 23 persen dari konsumsi normal harian. “Lalu, untuk prediksi konsumsi tertinggi arus balik terjadi pada pada tanggal 3 – 4 Juli 2017, yaitu sebesar 4022 KL perhari day atau naik 24 persen dari nilai konsumsi normal harian,” paparnya. (wh)