Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya Stabil

 

Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya Stabil
Homsah, pedagang daging Pasar Wonokromo, Surabaya.

Memasuki minggu kedua bulan puasa harga sejumlah barang kebutuhan masyarakat terpantau stabil. Satu di antaranya harga daging sapi. Kamis (10/7/2014), harga daging sapi masih dalam kisaran Rp 95 ribu per kilo gram terpantau sejak awal puasa lalu.

Dikatakan Homsah (35), pedagang daging di Pasar Wonokromo Surabaya, harga daging sapi tidak mengalami perubahan sama sekali. “Sejak hari pertama puasa, sampai sekarang belum ada lonjakan,” katanya kepada enciety.co.

Stabilitas harga daging ini juga diakui oleh Homsah lantaran stok daging masih banyak. “Saya biasanya ambil daging dari rumah pemotongan hewan Kedurus,” ujarnya.

Meskipun masih tergolong stabil, namun minat pembeli masih cukup minim. Diakuinya pembeli yang datang ke stand dagangannya hanya pelanggan yang biasa menjual bakso atau soto.  “Yang datang hanya pelanggan saja. Kalau masyarakat biasanya lebih memilih daging ayam,” tambahnya.

Sementara itu, meskipun peminatnya tinggi, harga daging ayam juga terpantau stabil, yakni pada kisaran Rp 25-27 ribu per kilo gramnya.

“Peminat daging ayam banyak, Mas. Dalam sehari terhitung rata-rata 30 sampai 50 orang,” katanya.

Di pasar lainnya seperti Pasar Genteng dan Pasar Kapas Krampung, harga daging  juga terpantau stabil. Untuk harga daging sapi di Pasar Genteng sedikit lebih mahal yakni Rp 100 ribu per kilo gramnnya. Sedangkan di Pasar Kapas Krampung rata-rata Rp 90-97 ribu per kilo gramnya.

Sedangkan untuk harga komoditas pangan hortikultura saat ini juga terpantau fluktuatif dalam batas normal. Di antaranya harga cabe merah keriting, cabe merah besar, dan cabe rawit dalam kisaran Rp 15-20 ribu per kilo gramnya.

Harga bawang merah dan bawang putih juga terpantau stabil, masing-masing sebesar Rp 25 per kilo gram dan Rp 20 ribu per kilo gram. Demikian pula untuk komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, harganya terpantau relatif stabil.

“Pasokannya stabil, Mas. Jadi tidak ada perubahan sejak awal puasa lalu,” ujar Zubaidah (55), pedagang di Pasar Keputran Surabaya. (wh)