Jelang Lebaran, Belum Ada Pengajuan Extra Flight di Bandara Juanda

Jelang Lebaran, Belum Ada Pengajuan Extra Flight di Bandara Juanda

Otoritas Bandara Wilayah III menegaskan persiapan jelang angkutan Lebaran tahun 2014 belum ada pengajuan extra flight (tambahan jam penerbangan) dari airline.

Kepala Otban Wilayah II, M Alwi mengusulkan agar airline (perusahaan penerbangan) menggunakan pesawat lebih besar. Ini diharapkan untuk menekan slot time (jadwal penerbangan) yang kian padat di Bandara Internasional Juanda.

“Bila airline ramai-ramai mengajukan extra flight, sementara slot time yang ada kian padat, kenyamanan penumpang akan berkurang,” ungkapnya saat dijumpai diruang kerjanya.

Alwi mengungkapkan, pergerakan pesawat di Bandara Internasional Juanda saat ini sudah mencapai 300 pesawat. Sejauh ini pihak otoritas dan pengelola, PT Angkasa Pura I Cabang Juanda sudah membuka operasi 24 jam on request. Artinya, bandara ini bisa sewaktu-waktu melayani take off-landing di luar jam reguler sesuai permintaan.

Jelang angkutan Lebaran tahun ini baru Sriwijaya Air yang sudah berencana mengajukan extra flight untuk rute Surabaya-Makassar. Tetapi Alwi menegaskan belum ada surat resmi dari airline bersangkutan.

“Usul kami, airline sebaiknya menggunakan pesawat wide body (berbadan besar), untuk rute yang sama. Misalnya rute Surabaya-Jakarta yang awalnya lima kali sehari, dengan menggunakan wide body seperti Boeing 777 bisa tiga kali sehari. Ini sangat efisien karena bisa mengurangi kepadatan dan biaya bagi airline,” urainya.

Alwi mengakui, wide body tidak semua bandara bisa menerima, seperti Juanda, Soekarno Hatta, Ngurah Rai, dan Makassar. Tetapi untuk rute-rute yang dianggap bisa dilayani dengan wide body, dia mengusulkan agar dilakukan.

“Problemnya memang tidak semua bandara bisa menerima Boeing, karena keterbatasan runway (landasan pacu). Setidaknya pesawat yang digunakan bisa lebih besar dibanding operasi reguler,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Otoritas Bandara Wilayah III, dengan pergerakan 300 pesawat perhari. Jumlah itu sama dengan satu pergerakan pesawat (take off-landing) setiap tiga menit. Sementara airline yang beroperasi diperkirakan mencapai 60 baik domestik maupun internasional. (wh)