Jelang Idul Adha, Surabaya Pastikan Tak Ada Jembrana Deseas

 

Jelang Idul Adha, Surabaya Pastikan Tak Ada Jembrana Deseas

Penyakit Jembrana Deseas yang menyerang sapi di Pulau Dewata Bali diharapkan tidak menyebar di Kota Surabaya. Seperti diketahui, pelaksanaan Idul Adha tahun ini yang jatuh pada bulan Oktober membuat pedagang sapi dan hewan kurban lainnya seperti penjual kambing bertebaran di jalanan kota Pahlawan.

Kepala Seksi Kesehatan Veterinier dan Masyarakat dari Dinas Pertanian dan Pertenakan Kota Surabaya drh Yetty Rizal mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya Jembrana Deseas.

“Hampir dipastikan sapi yang akan dijuak untuk Qurban besok bebas dari penyakit ini,” tegasnya, Kamis (25/9/2014).

Menurutnya, penyakit tersebut memang tidak jauh berbeda dengan jenis penyakit mematikan lainnya yang biasa menyerang hewan ternak khususnya jenis Sapi, seperti penyakit kulit. Biasanya timbul bintik-bintik memerah pada tubuh hewan ternak tersebut.

Bintik-bintik merah pada kulit hewan ternak yang terserang Jembrana Deseas kemudian mengeluarkan darah. “Jika itu tidak diwaspadai tentunya akan berujung pada kematian ternak. Oleh karena itu harus dipantau dan diwaspadai,” terang Yetty.

Diketahui, hewan ternak jenis Sapi Bali, tidak hanya ada dan dikembangkan di pulau Bali saja. Dibeberapa kota di Jawa Timur, seperti di Kota Banyuwangi misalnya, juga ada peternakan Sapi Bali.

“Masyarakat harusnya paham dan wajib mengetahui bagaimana bentuk Jembrana Deseas, gejala-gejalanya, serta dampak terburuknya bagi ternak sendiri,” tutur Yetty.

Pihaknya akan menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang akan dijual untuk hari raya kurban ini. “Sudah ada agenda tetapi masih menunggu rekomendasi pimpinan. Pasti akan kami laksanakan,” pungkasnya. (wh)