Jelang Eksekusi Mati, Andrew Chan Nikahi Sang Kekasih

SMH NEWS 20 June 2011. Andrew Chan, the Bali Nine ring leader, who has lost his appeal against the death penalty, Denpasar. Photo: Danny Arcadia
SMH NEWS 20 June 2011. Andrew Chan, the Bali Nine ring leader, who has lost his appeal against the death penalty, Denpasar. Photo: Danny Arcadia

Salah seorang terpidana mati “Bali Nine” asal Australia, Andrew Chan, telah menikahi pacarnya di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/4/2015). Prosesi pernikahan digelar secara sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekatnya. “Iya, adik saya sudah menikahi pacarnya tadi sore di Nusakambangan. Pernikahan dilaksanakan secara tertutup dan sederhana. Saya adalah salah satu keluarga yang menyaksikan pernikahannya tadi,” jelas Michael Chan, kakak kandung Andrew Chan.

Michael dan seluruh keluarga yang hadir saat itu merasa kaget dan bangga dengan keputusan sang adik, Andrew Chan menikahi pacarnya tersebut. Saat ditanya siapa nama pacarnya tersebut, ia enggan menjawab dengan alasan rahasia privasi adiknya. “Saya kaget sekaligus bahagia karena adik saya masih bisa menikahi pacarnya tadi. Saya harap di media tidak menyebutkan nama istri adik saya. Itu privasi pribadi adik saya yang enggan menyebutkan istrinya di media,” kata Michael.

Meski demikian, Michael mewakili keluarganya masih mengaku kecewa dengan keputusan Indonesia akan mengeksekusi adiknya. Sampai sekarang, pihak keluarga hanya bisa menunggu pelaksanaan eksekusi mati yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati kasus narkoba yang akan segera dieksekusi secara serentak di Pulau Nusakambangan. Ke-10 terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat ialah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Perancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina). Belakanga, nama Serge Areski Atlaoui ditunda karena sedang lakukan upaya hukum pengajuan PK. (kmp)