Jauhi Narkoba, Manfaatkan Institusi Penerima Wajib Lapor

Jauhi Narkoba, Manfaatkan Institusi Penerima Wajib Lapor

Jauhi Narkoba, Manfaatkan Institusi Penerima Wajib Lapor

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat mencapai 4,2 juta orang. Peningkatan pemakaian narkoba tersebut membuat BNN Kota Surabaya membuat berbagai program di antaranya untuk melaporkan ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Berdasarkan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 55 dan PP Nomor 25 tahun 2011 yang berisi ajakan untuk selamatkan negeri dari kejahatan narkoba dengan depenalisasi.

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, dengan melaporkan ke IPWL diharapkan angka penyalahgunaan narkoba menurun. “Kami mengajak kepada masyarakat ataupun sebuah keluarga yang mengetahui ada pemakai narkoba untuk melaporkan kepada IPWL atau kami,” kata Suparti, Selasa (24/3/2015).

Nantinya, petugas IPWL tersebut akan membuatkan kartu penerima wajib lapor untuk dilakukan rehabilitasi bagi pecandu narkoba untuk dapat disembuhkan. Para pecandu narkoba ini direhabilitasi dan tidak dipenjara.

Menurut dia, bersama dengan masyarakat Kota Pahlawan, BNN Kota Surabaya secara bersama-sama bisa menurunkan angka prevalensi demi Indonesia Bebas Narkoba 2015.

“Yang diharapkan dapat secara seksama untuk menekan dan menghentikan peredaran narkoba terutama dilingkungan terkecil dahulu yaitu keluarga dan dilanjutkan ke masyarakat secara bertahap,” tutup Suparti. (wh)