Jatim Terima Sertifikat Eliminasi Penularan Malaria

 

Jatim Terima Sertifikat Eliminasi Penularan Malaria

Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menerima sertifikat eliminasi penularan Malaria dari Kementerian Kesehatan RI di Jakarta terhadap 34 kota/ kabupaten di Jawa Timur. Sertifikat Kemenkes RI bernomor : 293/ Menkes / SK / IV/2009 tersebut atas upaya yang dilakukan oleh 34 kabupaten kota dalam mengendalikan penyakit malaria yang sudah tidak ada lagi wabah malaria selama tiga tahun berturut-turut.

Kepala Bidang Kesehatan P2MK Dinkes Jatim Ansarul Fahrudda mengatakan, penerimaan sertifikat tersebut menunjukkan warga yang semakin sadar terhadap kebersihan lingkungannya.

“Di dalam melakukan pencegahan penyakit ini ke 34 kota atau kabupaten tersebut mulai membawa hasil,” katanya, Senin (28/4/2014).

Menurutnya, sertifikat eliminasi tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh Dinkes provinsi untuk menghentikan penularan malaria setempat.

Sayangnya, Dinkes Jatim sendiri belum bisa membebaskan 4 kabupaten kota lainnya yakni Madiun, Pacitan, Trenggalek dan Banyuwangi. Empat daerah tersebut masih terdapat pasien yang terkena penyakit Malaria.

Untuk di Trenggalek masih ditemukan 155 kasus, di Madiun tercatat 99 pasien, Pacitan terdapat 105 pasien dan Banyuwangi 130 orang yang terkena malaria.

Diakuinya, untuk menanggulangi empat kabupaten yang masih terdapat endemik tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah yakni peningkatan kapasitas kemampuan petugas puskesmas maupun masyarakat di wilayah tersebut melalui pelatihan.

“Kami sediakan anggaran kesehatan Rp 800 juta untuk memberikan 11 ribu unit kelambu anti nyamuk berinteksida secara gratis kepada masyarakat,” pungkasnya.(wh)