Jatim Perlu Perlindungan Hukum Cagar Budaya

Jatim Perlu Perlindungan Hukum Cagar Budaya

Indonesia memiliki kekayaan dan keragaman. Banyak daerah memiliki warisan peninggalan sejarah. Baik berupa bangunan cagar budaya maupun tradisi. Tak terkecuali cagar budaya atau peninggalan sejarah di dasar laut.

Hal itu diungkapkan Adam Walwork, pakar hukum dari University of Chicago Law School USA. Menurut dia, adabanyak daerah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur, menjadi salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang luar biasa.

“Apalagi di sini dulu menjadi salah satu kawasan penting dan lalu lintas perdagangan internasional, baik saat zaman kerajaan maupun penjajahan,” ujarnya Seminar Internasional Perlindungan cagar Budaya di Dalam Laut di Universitas Hang Tuah, Sabtu (18/1/2014).

Adam menuturkan, beberapa negara belum memiliki perlindungan hukum khusus untu situs-situs cagar budaya tersebut. Ini membuat ancaman adanya dilakukan perusakan, penyalahgunaan hingga tidak terawat.

“Dengan kekayaan budaya yang besar seharusnya sebuah negara memiliki aturan khusus dan perlindungan hukum. Apalagi dengan semakin pesatnya pembangunan dan pengembangan kota terkadang tidak memperhitungkan situs budaya yang ada,” paparnya.

Pun untuk situs budaya di laut khususnya, kata dia,  justru lebih riskan dan sulit terpantau. “Dengan adanya perlindungan hukum setidaknya pemerintah atau instansi terkait memiliki kekuatan tersendiri untuk menyelamatkannya,” imbuhnya.

Edi Irianto, Kepala Bidang Sejarah Museum dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, mengatakan, untuk cagar budaya laut sendiri kemungkinan besar di daerah-daerah pantai atau pelabuhan di Jatim ada di sini. Karena perairan di sini menjadi salah satu jalur pelayaran niaga dan komersial internasional sejak zaman dahulu.

“Kami sebagai instansi yang terkait dengan cagar budaya tersebut akan mengusulkan dan mendukung adanya aturan terkait perlindungan cagar budaya tersebut, khususnya cagar budaya laut. Karena tujuannya bukan hanya sekedar melindungi cagar budaya, akan tetapi jika dikembangkan juga mampu mendorong perekonomian,” ujarnya. (wh)