Gandeng TNI, Jatim Perkuat Surplus Daging Sapi

 

Gandeng TNI, Jatim Perkuat Surplus Daging Sapi

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim  menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam upaya meningkatkan produktivitas daging sapi.  Menurut Gubernur Jatim Soekarwo, TNI bakal digandeng dalam program penggemukan sapi.

 

“Pemprov Jatim akan bekerja sama dalam program penggemukan sapi pedaging dengan TNI untuk mengatasi kekurangan pasokan nasional,” ujar Soekarwo di Surabaya, Senin (20/1/2014)

 

Menurut Soekarwo, lahan-lahan luas milik Kodam V/Brawijaya bisa digunakan untuk beternak sapi pedaging. Hal itu juga disepakati Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Menurut  jenderal bintang empat ini, TNI bersama masyarakat  siap bahu membahu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Terlebih, langkah ini juga untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Dari kerjasama ini, Soekarwo berharap produksi daging sapi Jatim mampu  bertambah hingga 34 ribu ton. Saat ini,  total produksi Jatim sebesar 195 ribu ton per tahun. Sedang jumlah kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim hanya 97 ribu ton. Sisanya surplus mencapai 98 ribu ton per tahun.

 

“Selama ini, Jatim menjadi memasok 32 persen dari kebutuhan daging sapi nasional dengan kebutuhan 132.000 ton per tahun. Dengan surplus 98 ribu ton, Jatim tetap tingkatkan lagi produksi hingga 34 ribu ton untuk penuhi kebutuhan nasional, “ tambahnya.

 

Sebelumnya, Soekarwo juga sempat mengimbau petani tebu untuk beternak sapi, karena pakan sapi dapat diambilkan dari daun tebu. Menurut dia, harga sapi sekarang yang cukup tinggi jelas bakal memberi keuntungan lebih bagi petani tebu.

 

Saat ini, ujar dia, harga sapi untuk bobot hidup mencapai Rp 35 ribu/kg. Untuk ongkos produksi (perawatan dan pakan) hanya butuh sekitar Rp 23-25 ribu, sehingga keuntungannya sangat besar.

 

Menurut dia, dalam proses produksi (ternak) sapi yang paling tinggi adalah biaya pakan hingga mencapai 70 persen. Namun jika petani tebu mau ternak sapi, ia pun menjanjikan bakal memberikan bantuan alat pengolah pakan ternak (mini feed meal) seperti yang telah dihibahkan Pemprov Jatim. (ram)