Jatim Penyumbang Perekonomian Terbesar Kedua di Pulau Jawa

Jatim Penyumbang Perekonomian Terbesar Kedua di Pulau Jawa

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Di triwulan pertama 2020, pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi perekonomian Jatim. Nilainya 2,64 persen dengan nilai year on year sekitar 4,47 persen. Hal ini menunjukkan Jatim merupakan daerah penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 24,49 persen.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengungkapkan hal itu dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (26/6/2020).

“Secara umum, dari sisi produksi pertanian, perikanan dan kehutanan mengalami kontraksi. Terlebih bidang pertanian yang menunjukkan penurunan dibanding triwulan yang sama di tahun 2019. Hal ini utamanya disebabkan penurunan produksi komoditas padi,” katanya.

Di sisi lain, terang Kresnayana, produksi pertambangan migas tumbuh positif, terlebih komoditas gas bumi. Begitu juga dengan industri pengolahan yang mengalami tren positif. Di antaranya produksi makanan dan minuman, permintaan masker industri rumahan, dan permintaan bahan-bahan kimia akibat banyaknya permintaan antiseptik dan disenfektan.

“Di bidang transportasi dan pergudangan, penyedia jasa akomodasi dan makanan minuman tumbuh melambat. Mau tidak mau hal ini sangat dipengaruhi imbauan stay at home dan pandemi,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Di sisi pengeluaran, papar Kresnayana, ada beberapa poin yang tumbuh positif. Di antaranya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh positif sejalan dengan naiknya impor barang modal, realisasi belanja modal Pemprov Jatim, dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA).

Pun dengan bidang ekspor non migas luar negeri juga tumbuh positif. Hal ini disebabkan produk perhiasan, tembaga, kertas, ikan, udang dan lain sebagainya.

Bidang impor juga tumbuh positif. Hal ini disebabkan nilai impor migas yang mengalami peningkatan karena imbas dari harga minyak dunia yang sedang merosot.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur mengalami penurunan. “Nilainya mencapai 0,19 poin. Sedangkan untuk inflasi, nilainya mencapai 0,30 poin,” tegasnya. (wh)