Jatim Kuasai 30 Persen Perdagangan Nasional

 

Jatim Kuasai 30 Persen Perdagangan Nasional

Perdagangan antarpulau Jatim saat ini telah menguasai 30 persen pasar nasional. Produk-produk Jatim yang menguasai pasar nasional selain bahan pokok, makanan dan minuman (mamin), juga produk batik, bordir dan asesoris.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov Jawa Timur Budi Setiawan, di sela-sela Pameran Batik, Bordir dan Asesoris di Surabaya, Jumat (16/5/2014).

Menurut dia, batik, bordir dan asesoris Jatim memang telah disiapkan untuk menguasai pasar lokal sebelum pasar domestik Indonesia diserbu produk-produk batik impor. “Pasar dalam negeri sudah di depan mata, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Budi.

Ia lalu mengungkapkan, peluang pasar lokal yang cukup baik diharapkan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para pegrajin batik, bordir dan asesoris untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Bila semua masyarakat telah memiliki rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri yang diwujudkan dengan membeli, memakai atau memanfaatkan produk buah karya anak bangsa akan berdampak luar biasa terhadap perekonomian nasional yang berdampak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri batik, bordir dan asesoris, Jatim juga sudah mulai masuk ke pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Afrika Selatan , Timur Tengah dan Amerika Utara seperti Brasil, Meksiko.

Kata Budi, pasar Amerika Utara paling suka batik Jatim asal Madura yang terkenal warnanya ngejreng tajam. Sedangkan Malaysia dan Singapura paling suka batik dari Pacitan, Magetan dan Tulungagung yang corak warnanya kalem.

“Peluang yang sangat pasar dunia diharapkan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para pegrajin batik, bordir dan asesoris Jawa Timur,” tandasnya.

Melihat peluang pasar batik, bordir dan asesoris yang cukup menjanjikan tersebut, terang Budi, tidak sebanding dengan jumlah pengrajin yang hanya 12.500 orang.

Karena itu, Disperindagdan Dekranasda Jatim akan mengadakan pelatihan-pelatihan membatik guna mencetak pengrajin-pengrajin batik baru yang sesuai dengan keinginan pasar. Selain mengadakan pelatihan belajar membatik juga pelatihan memilih warna dan memilih bahan baku yang bagus sesuai tren yang diinginkan pasar. Dengan pelatihan-pelatihan yang terencana dan terukur diharapkan tiap tahun bisa menghasilkan pengrajin batik baru 1000 orang. (kmf/wh)