Jatim-Jepang Jalin Kerjasama Transplantasi Hati

Jatim-Jepang Jalin Kerjasama Transplantasi Hati
Presiden Kobe IMA Prof. Koichi Tanaka saat memperlihatkan perkembangan dunia kedokteran yang dikembangkan di Jepang kepada Gubernur Jatim.

Pemerintah Provinsi Jatim menggandeng Yayasan Kobe Internasional Medical Alliance, sebuah yayasan asal Jepang, menjalin kerjasama dalam pengobatan transplantasi hati. Kerjasama tersebut dilakukan dengan cara saling transfer ilmu ataupun pertukaran tenaga medis.

“Agar operasi transplantasi hati tidak perlu lagi ke luar negeri. Cukup di sini,” tegas Menurut Gubernur Soekarwo, usai menerima Presiden Yayasan Kobe IMA Koichi Tanaka di Grahadi, Jumat (28/2/2014). 

Menurut Soekarwo, masih terbatasnya teknologi yang dimiliki, membuat sejumlah rumah sakit milik pemerintah di Jatim belum bisa melakukan operasi transplantasi hati. Bahkan, untuk sekelas RSUD Dr Soetomo yang merupakan rumah sakit milik pemerintah terbesar di Indonesia Timur, juga belum mampu melakukannya.
 
Padahal selain melayani pasien yang berasal dari Jawa Timur, rumah sakit tersebut juga harus melayani seluruh pasien yang berasal dari luar Jawa Timur, tepatnya Indonesia Timur dengan jumlah total mencapai 38 juta jiwa.
 
“Selain itu juga akan kami akan berencana mendatangkan peralatan medis dari Jepang,” sambungnya.

Senada dengan Soekarwo, Direktur RSUD Dr Soetomo Dodo Anondo mengatakan meskipun saat ini RSUD Dr Soetomo sudah memiliki spesialis transplantasi, khususnya liver, namun kerjasama semacam itu dianggapnya masih perlu.

“Kerjasama yang bisa meningkatkan pengetahuan bersama akan sangat bermanfaat. Khususnya penanganan yang berhubungan dengan penyakit dalam,” kata Dodo.
 
Ditambahkan Dodo, sedianya beberapa orang tenaga medis yang ada di RSUD Dr Soetomo akan dilatih oleh tenaga medis dari Jepang. Pelatihan itu akan memakan waktu antara 3 hingga 6 bulan.

“Biar semakin memperdalam dan memperkaya ilmu,” ucapnya.

Sementara itu Tanaka mengaku sangat senang bisa melakukan kerjasama tersebut. “Melihat RSUD Sutomo yang dipenuhi pasien. Kami siap membantu mewujudkannya,” kata Tanaka terbata-bata.(wh)