13 Daerah dan 6 Perusahaan Jatim Terima Investment Award

13 Daerah dan 6 Perusahaan Jatim Terima Investment Award

Investment Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2013 kembali digelar. Gubernur Soekarwo menganugerahkan penghargaan Investment Award kepada 13 kabupaten/kota terbaik bidang penanaman modal di Jatim yang punya kinerja terbaik mendorong dan meningkatkan kinerja di bidang penanaman modal. Juga perusahaan PMA/PMDN atas kepatuhan melaksanakan ketentuan pelaporan kegiatan penanaman modal, serta pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan pengelolaan lingkungan hidup.

Di antaranya penerima penghargaan Investment Award tersebut, Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan. Sedang perusahaan yang menerima penghargaan, di antaranya PT. Nestle Indonesia di Kabupaten Pasuruan, PT. Holcim Indonesia di Kabupaten Tuban, PT. Daya Sakti Unggul Corporation Tbk di Kabupaten Pacitan.

Pada tahun ini, Investment Award dikemas dengan adanya business forum yang mengundang sejumlah narasumber, seperti perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk SBU Distribusi Wilayah II.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan beberapa hal terkait invetasi, seperti agak terlambat dan kurang cepat antara izin prinsip dan realisasi investasi di Jatim. “Untuk itu, Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jatim harus mengamati kenapa ijin prinsip besar, tetapi realisasi tidak linear,” katanya.

Total nilai investasi dalam izin prinsip investasi 2013 sebesar Rp. 249,75 triliun atau tumbuh 226 persen dari tahun 2012 sebesar Rp. 76,71 triliun.

“Artinya Jatim menjadi tujuan untuk investasi dan menjadi mesin penggerak perekonomian Indonesia. Selain itu, 40 persen bea dan cukai masuk di Jatim yang maknanya lalu lintas industri dan perdagangan sangat kuat,” ujar Karwo. 

Dia juga mengungkapkan, perkembangan realisasi investasi diharapkan dapat terealisasi pelaksanaan pada tahun 2014. Ini dimaksudkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di Jatim dalam mengantisipasi dampak perlambatan perekonomian global.

Karwo mengusulkan di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) ada help desk BPM, Imigrasi, Bea dan Cukai, Pajak, Polisi. “Help desk yang siap, karena setiap hari yang datang ke P2T sangat tinggi,” katanya.(wh)