Jatim Galakkan Program Hulu-Hilir Agropolitan

Jatim Galakkan Program Hulu-Hilir Agropolitan

Gunawan Saleh di Radio Suara Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk meningkatkan kualitas industri perikanan, Pemprov Jatim tengah gencar menggalakkan program Hulu-Hilir Agropolitan.

Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Jawa Timur Gunawan Saleh, mengungkapkan, program ini telah dilakukan sejak 2018 lalu. Tidak hanya bidang industri perikanan, program juga digalakkan menyasar peningkatan industri pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Untuk bidang industri perikanan, kami mengembangkan di dua wilayah. Di Pasuran dan Tulungagung. Untuk komoditas yang kami kembangkan ikan lele, patin, dan udang vaname. Program ini banyak mendatangkan manfaat. Contohnya komoditas ikan patin. Produksi kami sebelumnya per hari hanya 1 ton. Dengan adanya program ini angkanya meningkat 50 ton per hari,” kata Gunawan Saleh dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Ikan patin, sambung Gunawan, merupakan komoditas yang sangat potensial. Saat ini permintaan untuk komoditas ikan patin sangat tinggi. Selain rasanya enak, ikan patin juga punya banyak manfaat untuk tubuh.

“Di restoran besar, ikan patin dikenal dengan nama dori. Bahannya tidak dari luar, tapi kita sendiri yang menyediakan,” tutur dia.

Dengan program tersebut, sambung Gunawan, jumlah produksi komoditas ikan patin bakal meningkat. Rata-rata bisa mencapai 60 ton per hari. Untuk mengatasi keberlimpahan pasokan tersebut, jika pihaknya telah bekerjasama dengan Pasar Induk Puspa Agro untuk menampung pasokan tersebut.

“Dengan keberlimpahan pasokan tersebut, yang kita cegah adalah makin menurunnya harga komoditas patin di pasaran. Jadi kami ambil langkah kerja sama tersebut,” kupas Gunawan.

Di sisi pengolahan, jelas, pihaknya menggandeng beberapa pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk bisa mengolah produk hasil industri perikanan.

“Saat ini kami juga tengah membina para pelaku usaha. Selain pameran, kita juga mengadakan pelatihan. Tujuannya kita ingin para pelaku UKM ini bisa membuat produk inovatif dari komoditas perikanan ini,” papar dia. (wh)