Jatim Beri Kemudahan Investor China

Jatim Beri Kemudahan Investor China

Pemprov Jatim berjanji memberi kemudahan kepada perusahaan asing yang hendak berinvestasi di Jatim . Beberapa kemudahan yang dijanjikan di antaranya masalah perizinan, tenaga kerja atau sumber daya, dan masalah lokasi.

Aissten II Pemprov Jatim Hadi Prasetyo mengungkapkan saat ini Jatim menjadi jujugan negara-negara a sing untuk berinvestasi. Salah satunya, puluhan perusahaan asal Tianjin China yang hendak menyerbu ke Jatim.

“Tiga hal inilah yang bisa kita berikan, setelah kebijakan fiskal diambilalih oleh Kementerian Keuangan. Kami menjamin, iklim investasi di Jawa Timur jauh lebih baik dibanding daerah lain,” katanya pada Konferensi Ekonomi dan Perdangan Tianjin-Jawa Timur, Senin (21/4/2014)

Kata Hadi, kemudahan inilah yang hendak ditawarkan kepada sejumlah perusahaan asal Tianjin yang tengah mengincar sejumlah industri kecil menengah (IKM). Dipilihnya IKM karena masih kesulitan tentang mekanisme pemasaran, industri, dan finansial.

“Memang tidak semua menanamkan investasinya untuk produk-produk IKM. Ada pula yang menggandeng perusahaan perikanan, smelting, dan perusahaan lainnya,” paparnya. Dia menegaskan untuk fokus utama memang produk IKM yang memebutuhkan sentuhan teknologi dan pemasaran.

Terpisah, Direktur Utama PT Anugerah Sukses Mining Fandi Santoro membenarkan telah bekerjasama dengan Tianjin Jinshengda Industrial Co.Ltd untuk mendirikan industri pengolahan nikel. “Investasi yang ditanamkan sekitar Rp 600 miliar dengan total kapasitas produksi sekitar 10 juta ton,” katanya.

Fandi menambahkan, kapasitas produksi ditaksir mencapai 120.000 ton pertahun. Sementara hasil survey dan feasibility study, produktivitas nikel secara total mencapai 84 juta ton. Dia menambahkan dalam hal ini pihak Tianjin Jinshengda Industrial Co.Ltd memiliki share sebesar 70 persen, sisanya dikelola PT Anugerah Sukses Mining.

Joint venture ini diharapkan mulai memproduksi pengolahan nikel pada tahun 2015. “Saat ini kita sedang start pembangunan, dan kita berharap paling lambat akhir 2015 sudah mulai memproduksi nikel,” tutupnya. (wh)