Jatim Bakal Terapkan Vaksin Campak Rubella pada 2017

Jatim Bakal Terapkan Vaksin Campak Rubella pada 2017
ilustrasi foto: tabloidbekam

Pemprov Jatim bakal menerapkan pemberian vaksin campak Measles Rubella (MR) pada anak pada 2017 mendatang.

Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P3PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Gito Hartono, mengatakan, saat ini Dinkes dan Kemenkes gencar melakukan sosilisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat akan pentingnya vaksin campak rubella.

“Vaksin campak rubella akan memperkuat kekebalan tubuh anak agar tidak tertular penyakit campak rubella,” katanya.

Menurutnya, pemberian vaksin ini harus teratur yang pertama bayi usia 9 bulan harus divaksin MR, kemudian dilanjutkan pada usia 24 sampai dengan 36 bulan. “Ttidak boleh hanya diberikan sekali harus dua kali saja,” jelasnya.

Dikatakannya, sampai saat ini vaksin campak rubella menunggu Bio Farma untuk memproduksi masal vaksin tersebut. “Bio Farma dipilih karena selama ini telah menjadi mitra pemerintah,” tuturnya.

Gito  menyatakan penyakit campak disebabkan virus campak. Gejala campak dapat dilihat dari tanda adanya demam, menggigil, serta hidung dan mata berair. Selain itu Timbul ruam-ruam pada kulit berupa bercak dan bintil merah pada kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut.

Saat penyakit campak memuncak, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius. Selain itu bahaya rubella dapat mengakibatkan ruam pada kulit menyerupai campak, radang selaput lendir, dan radang selaput tekak.

Menurutnya, ruam rubella biasanya hilang dalam waktu 2-3 hari. Gejala rubella berupa sakit kepala, kaku pada persendian, dan rasa lemas. Biasanya rubella diderita setelah penderita berusia belasan tahun atau dewasa.

“Bila bayi baru lahir atau anak balita terinfeksi rubella, bisa mengakibatkan kebutaan. Bila wanita hamil terinfeksi rubella, dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Bayi umumnya lahir dengan cacat fisik (buta tuli) dan keterbelakangan mental,” papar dia.

Untuk pencegahan rubella paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan campak dan mumps (vaksinasi MMR) sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Setelah lewat masa kanak-kanak, imunisasi rubella terus dilanjutkan walaupun telah dewasa, bersamaan dengan campak dan mumps (vaksinasi MMR). Wanita usia subur sebaiknya mendapat 2 dosis imunisasi MMR selambat-lambatnya 3 bulan sebelum kehamilan untuk mencegah kecacatan dan kematian bayi. Setelah imunisasi MMR, dianjurkan menunda kehamilan selama 3 bulan, untuk menghindari kecacatan bayi. (kmf/wh)