Jatim Bakal Nambah Rute Perdagangan Perintis

Jatim Bakal Nambah Rute Perdagangan Perintis

Jalur perdagangan domestik dari Jatim menuju pelosok nusantara bakal bertambah. Hal ini tidak lepas dari surat Gubernur Kalimantan Selatan kepada Gubernur Jatim tentang penambahan rute perdagangan domestik.

Rute rute yang diajukan Gubernur Kalsel kepada Gubernur Jatim adalah Pulang Pisau menuju Paciran, Lamongan. Permintaan ini tidak lepas dari geliat ekonomi di kawasan perairan Pulang Pisau.

Kabid Perekeretaapian dan ASDP Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Isa Anshori menyebutkan bila pembukaan rute ini sangat tepat. Masalahnya rute perdagangan dari dan menuju Pulang Pisau dilayani kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) menggunakan kapal kayu.

“Ke depan rute ini akan dilayani dengan kapal roll on roll off (ro ro). Sehingga muatannya tidak hanya barang saja, tapi juga penumpang,” kata Isa. Optimalisasi angkutan barang ini diharapkan bisa menambah distribusi logistik dari dan menuju Pulang Pisau.

Selama ini angkutan menuju Pulang Pisau dan sebaliknya lebih banyak dilayani dari pelabuhan Gresik. Sementara muatannya mayoritas pupuk dengan sekali angkut sekitar 300-400 ton. Sementara perdagangan dari Surabaya sudah lama terhenti.

Isa menegaskan, belum ada shipping line (perusahaan pelayaran) yang sudah mengajukan diri. “Bisa saja nanti operator dari pemerintah, bisa juga dari swasta. Tergantung hasil pembicaraan dua pemprov ini nantinya,” tegasnya. Tidak tertutup kemungkinan penentuan operator bisa melalui lelang.

Diharapkan kapal ro ro yang melayani rute perdagangan baru ini agar menampung muatan lebih besar. Sebab kapal ro ro mampu memuat kendaraan logistik (truck) langsung menuju gudang, selepas  dari kapal. “Harapan kita kapal yang lebih besar, berkapasitas 30 truck. Semakin besar akan semakin bagus, untuk optimalisasi muatan,” tutup Isa.

PT Pelabuhan Indonesia III membenarkan bila transportasi logistik dari Tanjung Perak menuju Pulang Pisau belum ada. Selama ini kapal yang masuk Pulang Pisau dilayani dari pelabuhan Banjarmasin.

“Kedalaman sungai Pulang Pisau itu sudah cukup untuk menampung kapal ro ro, tetapi sering terjadi sedimentasi, dan dikhawatirkan terjadi pendangkalan,” jelas Humas Pelindo Cabang Banjarmasin, Emil Puji. (wh)