Jatim Bakal Berlakukan Kontrasepsi KB Implanon

Jatim Bakal Berlakukan Kontrasepsi KB Implanon

 

Penerapan Keluarga Berencana (KB) di Jatim terus ditingkatkan. Kini, alat kontrasepsi KB Implanon (implant satu batang, red) akan diberlakukan untuk dapat di masyarakat.

Kasubid Kepala Sub Direktorat Kualitas Pelayanan KB Jalur Pemerintah BKKBN Pusat Lalurustam mengatakan, saat ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menguji penerapan kontrasepsi implanon di Jatim.

“KB Implanon akan diterapkan di Indonesia. Namun Jawa Timur kita terapkan terlebih dahulu sebagai pilot project,” katanya, Senin (24/3/2014).

Hal ini disebabkan karena Jatim memiliki jumlah penduduk yang besar dengan tingkat karekterisitik yang beragam pula. KB Implanon menurutnya merupakan salah satu alat kontrasepsi yang memiliki banyak kelebihan daripada implant.

Perbedaaanya kalau Implant terdiri dari dua batang sedangkan Implanon hanya terdiri dari satu batang. “Untuk harganya lebih murah Implanon, karena alat kontrasepsinya hanya terdiri dari satu batang,” ucapnya.

Untuk harga Implanon Rp 146.000 sedangkan Implant harganya mencapai Rp 275.000.

Lalurustam menjelaskan, jika dilihat kegunaan dan pengunaan kontrasepsi Iplanon jauh lebih mudah daripada Implant. Untuk pemasangan Implanon tidak perlu menggunakan keahlian yang mahir cukup dengan pelatihan sehari dapat memasang Implanon.

Menurutnya, pemasangan implanon harus dilakukan oleh tenaga-tenaga yang berpengalaman salah satunya adalah bidan. ”Jika masyarakat awam tidak dibenarkan karena pemasangan ini harus dipasang dengan ahlinya,” ujarnya.

Lalu mengatakan, dengan alat kontrasepsi Iplanon diharapkan masyarakat dapat menggunakan alat kontrasepsi ini tanpa ada keraguan sedikitpun.

Sayangnya, banyak masyarakat awam yang masih takut memasang KB Implanon. Alasannya, takut batang implanon tidak bisa dicabut dan mereka tidak memiliki anak selamanya.(wh)