Jatim-Australia Perkuat Kerjasama Pendidikan Inklusi

Jatim-Australia Perkuat Kerjasama Pendidikan Inklusi
Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr Paul Grigson di Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan Surabaya, Rabu (30/9/2015). Foto:humas pemprov jati

Gubernur Jawa Timur  Soekarwo saat menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr Paul Grigson di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan Surabaya, Rabu (30/9/2015).

Jatim memiliki kerjasama sister province dengan Australia Barat sejak tahun 1990. Pemprov Jatim berencana untuk melakukan penandatangan Re-Affirmation Agreement dengan Premier Collin Barnett pada pertengahan November di Perth.

“Kegiatan kerjasama yang telah berjalan sangat baik dan berkelanjutan adalah peningkatan pelayanan anak berkebutuhan khusus termasuk pendidikan inklusi,” ujar Karwo

Dijelaskannya, untuk kunjungan ke Canberra, pihaknya akan menghadiri event pameran kebudayaan dan beberapa pertemuan business to business guna memperkuat kerjasama ekonomi, kebudayaan, perdagangan, investasi.

Menurutnya, Jatim sebagai provinsi berbasis industri dan menjadi hub Indonesia bagian Timur. Jatim dengan segala keunggulannya didukung dengan iklim usaha yang kondusif merupakan pilihan utama untuk berinvestasi.

“Jatim jangan hanya dipandang sebagai provinsi, tetapi sebagai hub logistik dan connetivity Indonesia bagian Timur,” tegasnya.

Berdasarkan data, nilai ekspor Jatim ke Australia fluktuatif dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,61 persen, share terhadap total ekspor Jatim rata-rata 3,16 persen. Komoditas non migas utama ekspor dari Jatim ke Australia adalah pengolahan kayu, makanan dan minuman, pulp dan kertas produk farmasi, plastik, besi baja, mesin-mesin dan otomotif, tekstil, alat-alat listrik, kulit, barang kulit dan sepatu/alas kaki, pengolahan aluminium.

Untuk nilai impor non migas Jatim dari Australia dalam kurun waktu 2010-2015 juga fluktuatif dengan tren pertumbuhan rata-rata 4,18 persen, serta share terhadap total impor Jatim rata-rata 4,02 persen. Komoditi non migas dari Australia adalah produk pertanian, pertambangn, gas alam, kimia dasar, pupuk, pengolahan alumunium, besi, baja, mesin-mesin dan otomotif, pakan ternak, makanan dan minuman, pengolahan tembaga, timah.

Lebih lanjut disampaikannya, investasi Australia tahun 1970 sd semester I tahun 2015 sebanyak 57 proyek, dengan total nilai 854.950,07 ribu Dolar AS, dengan jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 3.270 orang.

Dipaparkannya, dalam investasi, Jatim memiliki kondisi politik, sosial, ekonomi yang stabil, aman dan kondusif. Selain itu, Pemprov Jatim memberikan empat government guarantee berupa perijinan investasi yang disederhanakan dan dipercepat melalui one stop service / Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T), lahan untuk industri, kualitas buruh yang bisa diajak dialog dan tidak anarkhi, serta ketersediaan power plant.

Dubes Australia untuk Indonesia, Mr Paul Grigson mengatakan, pihaknya ingin memperkuat hubungan bilateral antara kedua pihak utamanya dalam hubungan bisnis. Beberapa investasi Australia telah dilakukan kepada Pemerintah Indonesia seperti pelayanan kesehatan dan animas (Battle of Surabaya). Di bidang pendidikan, terdapat berbagai kesempatan yang cukup luas untuk dikembangkan kerjasama. Banyak mahasiswa Australia yang belajar di Surabaya. (wh)