Jasa Tukar Uang Jalanan di Surabaya Mulai Marak

 

Jasa Tukar Uang Jalanan di Surabaya Mulai Marak

Meskipun Lebaran masih tiga minggu lagi, lonjakan penukaran uang receh sudah meningkat. Tidak hanya di bank, tapi juga di jalanan. Seperti seperti yang terlihat di jalan Bubutan hingga bundaran Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa (8/7/2014). puluhan pedagang tampak menawarkan jasa tukar uang.

Pecahan uang mulai seribuan hingga Rp 20 ribu terpampang bertumpukan di pinggir jalan. Uang tersebut dibungkus plastik dan langsung ditawarkan kepada pengguna jalan.  Tidak sedikit beberapa pengendara yang tergoda untuk membeli uang itu untuk dibagikan kepada sanak saudara saat Lebaran tiba.

Seperti diakui Abdullah (34), warga Madura. Ia tertarik untuk membeli uang pecahan di penjual dadakan pinggir jalan. Dikatakannya meskipun harus membayar, penukaran uang di jalanan bisa lebih mudah tanpa harus masuk ke bank. “Ya, kalau di sini kan tidak usah repot masuk ke bank,” katanya.

Sementara Sulton (21), penjual uang, yang sudah melakoni profesi musimannya selama 7 tahun itu, mengaku sah-sah saja membeli uang di tempatnya. “Saya harus beli di tengkulak Bandung karena menukar uang di Bank Indonesia (BI) Surabaya tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Pria yang bermukim di daerah Manukan, Surabaya itu jauh hari sudah menyiapkan modal untuk melakoni usaha jasa tukar uang bersama teman-temannya. “Sebelum puasa saya sudah mencari modal usaha dengan menggadaikan perhiasan. Pinjam keluarga, tetangga, dan teman,” tuturnya.

Setelah uang terkumpul sekitar Rp 80 juta, Sulton kemudian menukarkannya dengan uang pecahan recehan di tengkulak yang berada di Bandung. “Saya mulai sejak awal puasa lalu, hingga pasca Lebaran nanti. Hasil keuntungannya kira-kira bisa mencapai 20 persen,” ucapnya. (wh)