Jasa Marga Terapkan Bertahap Pembayaran Nontunai di Tol Jatim

Jasa Marga Terapkan Bertahap Pembayaran Nontunai di Tol Jatim

Surabaya – PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya-Gempol berencana menerapkan pembayaran nontunai di sejumlah ruas jalan tol di wilayah Jawa Timur. Penerapan ini dilakukan secara bertahap, sehingga tak diterapkan serentak  per 1 Oktober 2017 seperti di Jakarta.

Pemberlakuan peraturan pembayaran nontunai ini bertujuan agar tak terjadi kemacetan menjelang masuk gerbang tol. “Kami khawatir masyarakat menunda pembelian, lalu berbondong-bondong baru membeli kartu elektronik menjelang masuk pintu gerbang saat hari-H,” ujar General Manager PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol Teddy Rosady dalam Diskusi Kesiapan, Peran Regulator dan Perbankan Mendukung Transaksi Nontunai di Midtown Residence Surabaya, Kamis (14/9/2017.

Teddy menjelaskan, tahap pertama pada tanggal 1 Oktober 2017 akan diterapkan Jasa Marga secara wajib di Pintu Tol Satelit, Gunungsari 1 dan 2, Kejapanan, dan Pintu Tol Gempol.

Tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2017 di Pintu Tol Dupak dan Banyu Urip 1 hingga 5. Lalu tahap ketiga tanggal 17 Oktober 2017 bakal diwajibkan di Pintu Tol Waru.

Berikutnya tahap keempat akan diterapkan secara wajib pada pekan ketiga atau per 24 Oktober di Pintu Tol Sidoarjo 1 dan 2. “Sedangkan tahap akhir akan diberlakukan di Pintu Tol Suramadu per tanggal 31 Oktober 2017,” ujar Teddy.

Nantinya, secara perlahan seluruh pengguna jalan tol di Jawa Timur wajib memiliki kartu untuk pembayaran transaksi nontunai. Secara umum, kata Teddy, Jasa Marga siap menerapkan aturan ini untuk menyukseskan program gerakan nontunai pemerintah. “Seratus persen gerbang tol kami sudah siap untuk kartu elektronik,” tuturnya.

Pemerintah pusat mewajibkan seluruh pengguna jalan tol di Indonesia melakukan transaksi menggunakan uang elektronik mulai Oktober 2017. Penerapan ini ditargetkan dapat diterapkan ke seluruh gerbang tol di Jabodetabek per tanggal 31 Oktober 2017. Mulai awal bulan Oktober 2017 sebanyak 90 persen gerbang tol diharapkan sudah full menggunakan uang elektronik, lalu di akhir bulan sudah tidak ada lagi penggunaan uang konvensional. (wh)