Jaring CPNS Berkualitas, Pemkot Surabaya Gelar TKB

Jaring CPNS Berkualitas, Pemkot Surabaya Gelar TKB
Kepala BKD Mia Santi Dewi (kiri) bersama Asisten I Yayuk Eko Agustin.

Usai melaksanakan Tes Kompetensi Dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Oktober 2013 lalu, Pemkot Surabaya segera menggelar Tes Kompetensi Bidang (TKB). Tes ini diperuntukaan bagi CPNS yang dinyatakan lulus TKD.

Dari 9.078 CPNS pendaftar, 1680 CPNS dinyatakan lulus dan berhak mengikuti TKB. Nantinya, para CPNS yang ikut TKB akan disaring menjadi 375 orang sesuai formasi yang telah ditetapkan.

“Pemkot Surabaya sebenarnya tidak melaksanakan TKB. Namun, seiring berjalannya waktu, TKB dirasa sangat penting guna menyaring CPNS yang berkualitas,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Mia Santi Dewi, Selasa (17/12/2013).

Ia lalu mengatakan, pelaksanaan TKB sesuai Peraturan Menteri  Aparatur Negara Nomor 24/2013 tentang diperbolehkannya melaksanakan TKB. Kata dia, TKB dibagi menjadi dua. Khusus formasi Perantara Hubungan Luar Negeri akan digelar pada 18 Desember 2013. Sedang formasi lainnya dilaksanakan 19 Desember 2013.

“Pelaksanaan TKB ini sudah kita konsultasikan dengan Kementerian Aparatur Negara (Kemenpan). Asalkan, pengumuman harus bersamaan serentak seluruh Indoensia 24 Desember 2013,” jelas Mia Santi

Mia menambahkan, untuk bisa melihat hasil TKD, para CPNS bisa mengakses di website www.surabaya.go.id yang merupakan situs resmi Pemkot Surabaya. Pada pengumumuan tersebut tertera tempat dan waktu ujian TKB.

“Saya berharap para CPNS yang lolos TKD bisa mengikuti TKB, karena penetuan untuk lulus menjadi PNS harus melalui TKB terlebih dahulu. Komposisi nilai 60 persen untuk TKD dan 40 persen untuk TKB,” sambung Mia Santi.

Asisten III Sekda Kota Surabaya, Hadi Siswanto Anwar, TKB  dilaksanakan untuk menyaring PNS berkualitas serta ahli dibidangnya. “Misalnya, untuk formasi Hubungan Luar Negeri tidak hanya dilakukan tes tulis saja. Kita juga akan memberikan tes Bahasa Inggris meliputi conversation, listening, sehingga dapat diketahui sejauh mana penguasaan Bahasa Inggrisnya,” jelas Hadi. (wh)