Januari-Maret, Gunung Rinjani Tutup

Januari-Maret, Gunung Rinjani Tutup

Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB ) akan ditutup untuk pendakian selama tiga bulan, antara 10 Januari hingga 31 Maret 2014. Penutupan itu disebabkan cuaca buruk yang berlangsung hingga awal tahun.

Laporan The Jakarta Post, penutupan sudah biasa dilakukan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk menjamin keamanan pengunjung asing maupun domestik tiap tahun.

“Kami berencana untuk menutup taman nasional selama tiga bulan tahun 2014 sampai cuaca membaik,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani Agus Budiono.

Berdasarkan peristiwa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, musim hujan mungkin akan mencapai puncaknya selama 3 bulan mendatang. Hujan deras terus-menerus tak bisa diprediksi, lanjut Budi, sehingga mendaki gunung berapi akan terlalu berbahaya.  Karena risikonya besar, trek licin, hingga tertimpa pohon.

Masa penutupan taman nasional akan digunakan untuk memperbaiki jalur tracking, seperti pipa pegangan dan penanda arah di sepanjang track gunung berapi. Termasuk jalur Senaru di Lombok Utara dan Sembalun track di Lombok Timur.

Agus berharap, TNGR bisa dibuka lagi April mendatang agar pengunjung dapat menikmati perjalanan mereka. Proses pembersihan juga dilakukan. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhammad Nasir, pembersihan akan dimulai beberapa minggu sebelum pembukaan pada 31 Maret. Pihaknya akan melibatkan masyarakat setempat serta instansi pemerintah kabupaten.

“Proses pembersihan bakal menjadi kegiatan rutin untuk membantu Gunung Rinjani mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu geo-park di Indonesia,” tambah Nasir.

Saat ini Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi favorit di kalangan wisatawan asing dan domestik yang datang ke Lombok. Selain Rinjani, terdapat pula tiga pulau Gili di Lombok Utara dan Senggigi di Lombok Barat.

Dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, Rinjani adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Sumatera, Kerinci. Selain pemandangan yang indah, Rinjani memiliki Segara Anak, sebuah danau di kawah yang besar, yang terbentuk oleh letusan dari waktu ke waktu.

Meskipun taman nasional selalu menutup kegiatannya selama tiga bulan setiap tahun, jumlah pengunjung yang datang ke gunung berapi umumnya meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut catatan TNGR, jumlah pengunjung asing mencapai total 10.400 orang selama April sampai Desember 2013. Sedangkan untuk wisatawan domestiknya mencapai 9.100 orang. Pada periode yang sama tahun 2012 lalu, jumlahnya 8.200 dan 10.760 orang.(wh)