Januari 2017, Inflasi Jatim 1,52 Persen

Januari 2017, Inflasi Jatim 1,52 Persen

Kantor BPS Jawa Timur, foto: arya wiraraja/enciety.co

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, pada Januari 2017 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,52 persen. Inflasi terjadi di seluruh kota IHK di Jawa Timur. Inflasi tertinggi di Kota Surabaya yang mencapai 1,76 persen sedangkan yang terendah terjadi di Kota Banyuwangi yaitu sebesar 0,66 persen.

Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik Jatim menuturkan, semua kelompok pengeluaran pada bulan Januari 2017 mengalami inflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Kelompok Angkutan, Komunikasi dan Jasa Keuangan yang mencapai 4,04 persen sedangkan inflasi terendah 0,45 persen terjadi di Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga.

“Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Januari 2017 ialah biaya perpanjangan STNK, tarif listrik, cabai rawit, bensin, dan tarif pulsa ponsel. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah bawang merah, telur ayam ras, angkutan udara, tarif kereta api dan cabai merah,” tegas dia, Kamis (2/1/2017).

Laju inflasi Year on Year ( YoY) Jawa Timur di bulan Januari 2017, sambung Teguh, saat ini mencapai 3,62 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibanding Y o Y Januari 2016 yang hanya sebesar 3,54 persen.

“Semuanya ibukota provinsi di pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 0,49 persen sedangkan tertinggi di Kota Surabaya sebesar 1,76 persen,” tambah Teguh.

Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Januari 2017 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,76 persen yaitu dari 125,04 pada bulan Desember 2016 menjadi 126,94 pada bulan Januari 2017.

“Kami mencatat, inflasi Januari 2017 ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2015. Apabila dilihat trend musiman setiap bulan Januari selama sepuluh tahun terakhir (2008-2017) telah terjadi sembilan kali inflasi dan satu kali deflasi,” pungkas Teguh. (wh)