Januari 2016, Penderita DBD Surabaya Capai 60 Penderita

Januari 2016, Penderita DBD Surabaya Capai 60 Penderita
Kadinkes Surabaya drg Febria Rachmanita. foto: Sandhi Nurhartanto/enciety.co

Kota Surabaya kembali siaga, setelah jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di kota Pahlawan meningkat. Pada Januari tahun 2015 lalu tercatat jumlah penderita DBD di Surabaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Agepty itu ada 48 penderita dan kini meningkat menjadi 60 penderita.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Surabaya drg Febria Rachmanita saat mengikuti kegiatan pemasangan stiker Stop Narkoba di halaman Balai Kota.

“Untuk Januari tahun ini jumlah masyarakat yang terkena DBD mencapai 60 penderita dan naik dari tahun sebelumnya yang hanya 48 orang. Puncak DBD biasanya terjadi di bulan Maret nanti,” kata drg Febria Rachmanita, Jumat (5/2/2016).

Hingga kini menurut Febria, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; menggunakan kelambu saat tidur,  memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk,  mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Febria sendiri mengatakan ada 3 kecamatan yang paling besar kasus DBD untuk tahun ini. Yaitu kecamatan Sawahan, Tandes dan Benowo. “Untuk fogging atau pengasapan dilakukan bila penyelidikan epidemis DBD di kawasan tersebut positif,” ujarnya. (wh)