Januari, 133 Proyek Baru PMA Masuk Jatim

Januari, 133 Proyek Baru PMA Masuk JatimIklim investasi di Jatim diprediksi cerah. Badan Penanaman Modal (BPM) mengklaim investasi di Jatim terus tumbuh pada 2014, meski  Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) naik.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi BPM Diah Wahyu Ermawati, ada 133 proyek Penanaman Modal Asing (PMA ) baru yang masuk ke Jatim, dengan nilai proyek Rp 67,6 triliun.

“PMA yang masuk tahun 2014 mendatang terbesar adalah industri mineral non logam yang mencapai 28 proyek dengan nilai Rp 56,3 triliun,” ujarnya, Selasa (24/12/2013).

Selain itu juga ada di bidang kimia dan farmasi dengan total 19 proyek dengan nilai Rp 14 triliun; kemudian makanan sebanyak 38 proyek dengan nilai 9,79 triliun; lantas logam, mesin dan elektro sebesar Rp 9,13 triliun.

“Selain PMA, PMDN (dalam negeri) juga masih tinggi karena nilainya mencapai 211 proyek dengan nilai Rp 34,83 triliun dan menyerap 32.880 tenaga kerja,” beber dia.

Menurut Diah, kenaikan investasi di Jatim juga terlihat dari capaian pada triwulan ke-tiga tahun 2013 ini dengan total mencapai 133 proyek dengan nilai Rp102,43 triliun atau meningkat hingga 72,27 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun 2012 yang hanya Rp 59,46 triliun.

Dilihat dari pilihan lokasi investasi, Kabupaten Gresik untuk tahun 2014 mendatang masih dominan dengan total proyek mencapai 103 dengan nilai Rp 16,05 triliun.

Lantas, disusul Surabaya dengan 55 proyek senilai Rp5,48 triliun, kemudian Kabupaten Malang empat proyek dengan total nilai Rp 5,11 triliun,  dan Kabupaten Sidoarjo 36 proyek senilai Rp 4,41 triliun.

Menurut Diah, realisasi investasi pada 2013 ini, Kabupaten Gresik juga masih yang utama dengan capaian 102 proyek senilai Rp 13,07 triliun, disusul Kabupaten Pasuruan 65 proyek senilai Rp 10,9 triliun, kemudian Sidoarjo 66 proyek sebesar Rp5,07 triliun, dan Tuban 9 proyek sebesar Rp4,62 triliun.

“Jawa Timur masih menjadi primadona, bahkan beberapa investasi di provinsi lain juga ada yang pindah ke sini,” kata dia.

Infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, dan kemudahan izin investasi diklaim menjadi penyebab utama masih menariknya investasi di Jatim.(ss/wh)