Jangan Sepelekan “Senyum-Gerak-Bicara”

stroke Senyum-Gerak-Bicara

Senyum, Gerak, dan Bicara atau biasa disingkat “SeGeRa” bisa jadi metode untuk mendeteksi stroke dengan akurat sejak dini. Cara ini diklaim dapat berhasil agar masyarakat mengenali tanda awal serangan stroke lebih dini.

“Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak. Ini  terjadi karena adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah,” kata spesialis saraf dari RS Premier Jatinegara (RSPJ), dr Sukono Djojoatmodjo Sp.S.

Menurut dr Sukono, selama ini walau bisa diselamatkan, banyak pasien stroke yang mengalami kelumpuhan anggota badan. Mereka ada juga yang kehilangan sebagian ingatan, penurunan kesadaran, dan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Gerakannya pun terhambat dan bicaranya pun tiba-tiba cadel.

Maka, ia mengajak agar keluarga pasien mengidentifikasi perubahan di area wajah, gerakan, dan kemampuan bicara pasien stroke. Pada wajah seseorang yang terkena serangan stroke akan terlihat kaku dan tidak berimbang satu sisi dengan lainnya.

Bila ciri-ciri stroke terpenuhi, dr Sukono mengimbau agar jangan menunda-nunda untuk segera membawa orang yang dicurigai terkena stroke ke RS, bukan klinik atau lainnya.

Terutama, memperhatikan RS yang memiliki peralatan lengkap untuk stroke. Pada empat jam pertama terjadinya serangan, merupakan kesempatan terbaik untuk dilakukan pengobatan stroke.

Kurangnya aliran darah ke dalam jaringan otak jadi penyebab serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusak atau mematikan sel-sel saraf di otak. Kematian jaringan otak, imbuh dr Sukono, dapat menyebabkan hilangnya fungsi saraf yang dikendalikan oleh jaringan itu.(republika/bh)